Suara.com - Lembaga survei Alvara Research Center melakukan survei terhadap tingkat elektabilitas pasangan capres dan cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Dari hasil survei, elektabilitas Jokowi-Maruf unggul dari pasangan Prabowo-Sandiaga.
Direktur Eksekutif Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan setelah proses pendaftaran capres, yakni 12 hingga 18 Agustus 2018 diperoleh hasil bahwa Jokowi-Maruf berhasil meraih elektabilitas sebesar 53,6 persen. Sementara, pasangan Prabowo-Sandiaga hanya 35,2 persen.
"Di antara elektabilitas keduanya ada gap sekitar 18,4 persen dengan jumlah responden yang belum menentukan pilihan sebesar 11,2 persen," kata Hasanuddin di Hotel Oria, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (26/8/2018).
Ia menjelaskan, elektabilitas Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga terus berkejaran. Meski demikian, Prabowo-Sandiaga masih belum mampu menyaingi angka elektabilitas Jokowi-Maruf.
Berdasarkan hasil survei, tingkat soliditas pemilih Jokowi-Maruf pun dinilai lebih kuat dibandingkan pemilih Prabowo-Sandiaga. Hal itu lantaran sebanyak 60,8 persen pemilih menyatakan untuk tetap pada pendiriannya dengan memilih Jokowi-Maruf. Sementara, pemilih setia Prabowo-Sandiaga yang tidak akan beralih hanya sebesar 54,5 persen.
"Ya jadi memang pemilih setia Jokowi-Maruf dinilai lebih solid ketimbang Prabowo-Sandiaga. Angka pemilih yang bisa saja berpindah dari pasangan Jokowi-Maruf hanya 39,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga sebesar 45,5 persen," jelas Hasanuddin.
Survei yang dilakukan oleh Alvara Research Center dilakukan terhadap 1.500 responden berusia 17 tahun ke atas dari 33 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan dalam survei ini adalah multi stage random sampling dengan margin of error sebesar 2,53 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
Berita Terkait
-
#2019GantiPresiden Banyak Penolakan, Sandiaga: Beralih ke Digital
-
Tak Ikut Deklarasi Ganti Presiden di Riau, Sandiaga Bilang Begini
-
Dukung Jokowi - Ma'ruf Amin, Ahokers Ikhlaskan Masa Lalu
-
Eros Djarot: Ahokers Tak Golput, Dukung Jokowi - Ma'ruf Amin
-
Jadi Mensos, Agus Gumiwang Diminta Mundur dari Tim Sukses Jokowi
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas