Suara.com - Perempuan yang ditemukan tewas berlumuran darah di kamar Hotel Timeout, Jalan Biak, Cideng, Jakarta Pusat, ternyata merupakan warga negara Tiongkok. Korban yang diduga dibunuh pelaku misterius itu bernama Li Hui.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, jasad Li Hui kali pertama ditemukan oleh pegawai bernama Heri Iriawan (28) pada Minggu (26/8) dini hari. Berdasarkan keterangan saksi, WNA itu sudah menginap di hotel sejak Kamis (23/8) pekan lalu.
Menurut Argo, korban ditemukan saat Heri hendak merapikan kamar hotel yang disewa korban. Namun, Heri mulai curiga karena pintu kamar Li Hui tak bisa dibuka.
"Pintu tidak dapat dibuka. Kemudian dibuka menggunakan kunci serep," kata Argo, Senin (27/8/2018).
Heri kaget ketika melihat jasad Li Hui sudah bersimbah darah dengan posisi tergeletak di atas kasur. Saat ditemukan, banyak luka tusukan senjata tajam di tubuh WN Tiongkok itu.
"Korban meninggal diduga akibat pembunuhan," kata dia.
Jasad Li Hui langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat setelah pengelola hotel menghubungi pihak kepolisian.
Dalam kasus pembunuhan ini, polisi masih menyelidiki untuk mengungkap pelaku yang telah membunuh Li Hui secara brutal.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Tahan Marpaung menyampaikan, polisi telah meminta keterangan sejumlah pegawai hotel yang dianggap mengetahui penemuan mayat wanita nahas itu.
Baca Juga: Tak Terima Dikalahkan Indonesia, Pesilat Malaysia Mengamuk
"Kami periksa staf hotel. Jumlahnya tak bisa saya kasih tahu," kata Tahan saat dikonfirmasi.
Dalam penyelidikan kasus ini, polisi juga sudah memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di hotel tersebut.
Dugaan sementara, pelaku yang membunuh wanita tanpa identitas itu adalah orang dekat. Namun, Tahan belum bisa mengungkap jumlah pelaku yang membunuh korban.
"Jumlah pelaku belum bisa dipastikan. Secepatnya akan kami ungkap (pelakunya)," kata dia.
Berita Terkait
-
Richard Muljadi Dapat Kokain dari Artis? Ini Pengakuan Pengacara
-
Hobi Richard Muljadi Tersalurkan di Dalam Polda Metro Jaya
-
Begini Kondisi Richard Muljadi Cucu Konglomerat dalam Sel Tahanan
-
Ada Keanehan saat Richard Muljadi Ditangkap? Ini Kata Pengacara
-
Polisi Buktikan Richard Muljadi Pecandu Berat Kokain
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli