Suara.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan sebanyak 9.422 personil gabungan dikerahkan untuk mengamankan penutupan perselatan Asian Games 2018 pada Minggu (2/8/2018).
Tito menuturkan personel tersebut terdiri dari kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemda.
"Kami siapkan pasukan sebanyak 9.422 gabungan TNI, Polri dan Pemda. Pemdanya mulai dari Satpol, pemadam kebakaran, ambulans, dan lainnya khususnya untuk quick respon bila terjadi apa-apa," uja Tito Karnavian usai rapat persiapan penutupan Closing Ceremony Asian Games 2018 di Polda Metro Jaya, Kamis (30/8/2018).
Tito menuturkan acara penutupan Asian Games akan berfokus di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, bukan di Palembang.
"Acara closing paling utama di Jakarta, GBK. Kalau di Palembang tidak ada acara khusus tapi atlet yang ada di sana meski sudah tak bertanding masih banyak yang bertahan di sana, kerasan di Palembang. Jadi hanya sebagian kecil yang pulang, Vietnam saya dengar sudah pulang sehingga panitia akan menyediakan kegiatan sendiri. misalnya musik," ucap dia.
Mantan Kapolda Metro Jaya itu menyebut acara penutupan berbeda dengan acara pembukaan Asian Games 2018.
"Yang berbeda dengan pembukaan, selain ada acara utama upacara penutupan di dalam GBK, di luar ada pasar festival akan banyak pengunjung juga maka kita dari Polri dan TNI serta seluruh teman-teman yang tergabung dalam pengamanan," kata dia.
Tito menuturkan pihaknya tetap fokus terhadap permasalahan yang menjadi perhatian yakni terorisme dan kemacetan lalu lintas.
"Kita tetap fokus pada masalah yang utama teroris, kedua masalah kemacetan lalu lintas, tadi sudah kita susun kantong parkir, sistem masuk keluar, penutupan arus," ucap Tito.
Baca Juga: Asian Games 2018 : Divonis Bakal Lumpuh, Hendro Berharap Mukjizat
Tak hanya itu, Tito menambahkan pihaknya juga mengantisipasasi dampak dari kemacetan lalu lintas akibat penutupan jalan dan gangguan keamanan seperti kejahatan-kejahatan ringan yakni copet, jambret dan pencurian kendaraan bermotor yang diparkir.
"Kemudian Karhutla yang sudah kita manage dari awal jangan sampai ganggu alhamdulillah kerjasama dengan segala pihak, Karthutla tidak menganggu di Sumsel. Jadi relatif sama seperti hari biasa, aman di sana," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Puan Maharani Pimpin Rapat Paripurna DPR RI ke-22 Hari Ini: 293 Anggota Hadir, Ini Agendanya
-
Terseret Kasus Haji Kemenag, Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan Penyidik KPK
-
Hakim Ungkap Putusan Kasus Nadiem Makarim Mencapai 1.146 Halaman
-
IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani
-
Bulog Buka Gudang Bagi Mahasiswa UGM, Mahasiswa Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah
-
Lawan Penangkapan 'Sewenang-wenang', Roy Suryo Hadapi Jawaban Polda Metro di Sidang Praperadilan
-
Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah
-
Jelang Vonis, Nadiem Makarim: Allah Tidak Akan Pernah Meninggalkan Saya
-
Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan
-
Kemensos Ungkap Alasan Libatkan Taruna TNI di Sekolah Rakyat