Suara.com - Atlet asing peserta Asian Games 2018 banyak yang datang ke Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. Di antara yang melancong ke Ragunan adalah atlet asal Korea Selatan.
Jun Hsin Lee, atlet asal Korea berkunjung ke kebun binatang Ragunan tersebut karena mau mengetahui lebih dekat koleksi satwa di kebun binatang itu. Lee suka dengan binatang.
"Saya ingin mengetahui lebih dekat keberadaan kebun binatang yang ada di Jakarta. Temasuk juga koleksi satwa yang ada di sini," ujarnya di Ragunan, Kamis (30/8/2018).
Jun Lee mengaku kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk berwisata, karena setelah bertanding masih ada waktu luang sebelum kembali ke negaranya.
"Sebelum saya pulang menyempatkan diri untuk berwisata, salah satunya ke Kebun Binatang Ragunan. Karena dalam buku panduan wisata, objek ini nampaknya menjadi salah satu favorit untuk dikunjungi," ucapnya.
Hal senada dikatakan rekannya Young Liung. Kunjungan ke objek wisata Ragunan tersebut akan menjadi kenangan ketika kunjungannya ke Indonesia dalam rangka mengikuti ajang olahraga empat tahunan negara-negara Asia.
"Cukup banyak koleksi dari kebun binatang ini. Banyak juga satwa yang dikembangbiakan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup mereka," ucapnya.
Menurut dia, bagi wisatawan atau peserta Asian Games yang masih di Indonesia, dia merekomendasi untuk mengunjungi Kebun Binatang Ragunan.
"Saya merekomendasi para peserta olahraga yang sudah selesai bertanding untuk berwisata ke Kebun Binatang Ragunan. Karena koleksinya cukup banyak untuk dijadikan pengetahuan, dan kenangan saat berkunjung di Jakarta," katanya.
Baca Juga: Tiba di Ragunan, Kirab Obor Asian Games Disambut Atraksi Silat
Kebun Binatang Ragunan memiliki luas lahan seluas 140 hektare. Di dalamnya, terdapat berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4.040 spesimen.
Lokasi tersebut merupakan kebun binatang pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1864 dengan nama "Planten En Dierentuin" yang artinya "Tanaman dan Kebun Binatang." Saat itu, "Planten En Dierentuin" dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam "Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia".
Pada tahun 1949, nama "Planten En Dierentuin" diubah menjadi Kebun Binatang Cikini, dan pada tahun 1969 dipindahkan ke kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada tahun 1964. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend