Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyosialisasikan alat peraga kampanye (APK) kepada partai politik peserta Pemilu 2019. Sosialisasi itu sekaligus membahas aturan terkait fasilitas APK.
Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengatakan, akan membahas terkait fasilitasi alat peraga kampanye di tingkat pemilihan legislatif pusat dengan para LO (Liaison Officer) partai politik peserta Pemilu 2019. Di mana ada 16 partai politik peserta Pemilu 2019.
"Kami bersama LO parpol peserta pemilu akan membahas terkait dengan fasilitasi alat peraga kampanye tingkat pusat pada Pemilu 2019," kata Wahyu di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/8/2018).
Selain itu, dalam agenda tersebut juga akan membahas terkait persiapan deklarasi kampanye damai. Menurutnya deklarasi kampanye damai akan dilakukan pada hari pertama masa kampanye, yakni pada 23 September 2018.
Untuk diketahui, sosialisasi APK pemilu 2019 dipimpin Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Evi Novida Ginting dan Biro Teknis dan Hukum KPU Nur Syarifah. Selain itu, turut dihadiri oleh LO dari 16 partai politik nasional peserta Pemilu 2019.
Berita Terkait
-
Malam Ini Prabowo Rapat Berburu Nama Tim Kampanye Nasional
-
KPU Soroti Pertanyaan Zulhas Soal Pilpres di Depan Mahasiswa UMJ
-
Jokowi-Prabowo Pelukan, Ketum Golkar: Wartawan Jangan Dramatisir
-
Jokowi dan Prabowo Berpelukan, Netizen: Indonesia Jadi Adem
-
Gerakan #2019GantiPresiden Bukan Kampanye, KPU: Silahkan Saja
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri
-
Saksi Ungkap Alur Setoran Uang Pemerasan K3 Sampai ke Direktur Jenderal Kemenaker
-
PGRI Miris Penyebutan Honorer Hanya untuk Guru: TNI, Polri, Jaksa, DPR Tak Ada Honorer
-
Mendagri Tegaskan Pemda dan Forkopimda Siap Dukung Implementasi Program Prioritas Presiden
-
Disindir Soal Ingin Tanam Sawit, Prabowo: Semua Pemimpin Negara Minta ke Saya!
-
Video Viral Bongkar Dugaan Manipulasi BAP, Penyidik Polsek Cilandak Diperiksa Propam
-
Sidang Korupsi Digitalisasi Pendidikan Makin Panas, Saksi Beberkan Bagi-Bagi Uang Proyek Chromebook
-
Guntur Romli PDIP Sebut Jokowi Bukan Lagi Teladan, Hanya Mementingkan Syahwat Kuasa dan Dinasti
-
Pernah Dipidana Kasus Terorisme, Jaksa Pertanyakan Izin Beracara Munarman di Sidang Noel Ebenezer
-
Larangan Jelas, Bahaya Nyata: Mengapa Pelanggaran Merokok saat Berkendara Terus Berulang?