Suara.com - Serangan bom bunuh diri terjadi dalam upacara pemakaman seorang tetua desa di sebuah daerah terpencil di provinsi Nangarhar, yang terletak di sebelah timur Afghanistan, pada 4 September 2012 lalu.
Serangan tersebut menewaskan setidaknya 25 orang, termasuk anak dari seorang gubernur di daerah tersebut, serta melukai sekitar 50 orang lainnya.
Peristiwa itu menjadi salah satu serangan berskala besar terhadap warga sipil saat itu. Saat itu ratusan penduduk dan pejabat desa tengah menghadiri pemakaman seorang tetua yang berpengaruh di Dur Baba, sebuah distrik perbatasan antara Afghanistan timur dan Pakistan.
The New York Times menyebutkan bahwa upacara pemakaman itu dilakukan untuk seorang pengusaha terkenal bernama Haji Rasi di distrik Dur Baba.
Daerah tersebut dihuni oleh anggota suku Shinwari, yang terlibat dalam perang dan konflik suku internal yang telah berlangsung lama dengan gerilyawan Taliban di daerah pegunungan.
Seperti dilansir Reuters, Gubernur distrik Haji Hamesha Gul dan puluhan kerabatnya juga menghadiri upacara pemakaman tersebut.
Dalam serangan itu, Gul berhasil selamat dengan hanya mengalami luka-luka. Sementara anaknya bernama Nek Wali (26) tewas akibat serangan bom bunuh diri tersebut.
Serangan itu diyakini menjadikan Gubernur Gul sebagai target utamanya. Juru bicara gubernur, Ahmadzia Abdulzai, mengatakan bahwa serangan itu ditujukan kepada Gul dan para pendukungnya karena mereka menentang gerilyawan di daerah itu.
Keyakinan itu semakin diperkuat setelah diketahui bahwa pemakaman itu dilakukan untuk salah satu kerabat Gul. Jarak antara pelaku bom bunuh diri dan Gul pun hanya beberapa meter.
The Guardian melaporkan bahwa Gul selamat dari serangan bom bunuh diri itu berkat anaknya. Nek Wali, yang saat itu tidak jauh dari Gul, melihat pelaku yang menggunakan rompi dilengkapi dengan bahan peledak.
Nek Wali kemudian mencoba menghentikan pelaku pemboman dengan menangkapnya, namun saat itu juga pelaku meledakkan rompinya. Akibatnya, anak Gubernur Gul itu tewas seketika, sementara sang ayah hanya mengalami luka-luka.
Para tetua suku dan pejabat intelijen lokal distrik menyalahkan Taliban atas serangan bom itu. Mereka menuduh aksi tersebut sebagai serangan balas dendam oleh gerilyawan Taliban sebagai tanggapan atas pemberontakan warga lokal.
Kelompok Taliban memang terkenal sering menargetkan pejabat pemerintah dalam acara-acara publik, termasuk pemakaman dan pernikahan. Serangan bunuh diri dan peledakan bom di pinggir jalan merupakan metode serangan Taliban terhadap warga sipil yang paling banyak memakan korban di Afghanistan.
Selain itu, laporan setengah tahunan yang dikeluarkan PBB menyatakan bahwa 1.145 warga sipil telah tewas di Afghanistan, sementara 1.954 warga sipil lainnya terluka antara 1 Januari dan Juni 2012. Laporan tersebut juga menyatakan bahwa Taliban bertanggung jawab atas 80 persen dari korban tersebut.
(Kriminologi.id/Suara.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026