Suara.com - Kasus tewasnya seorang remaja berinisial AH (16) ternyata bermula karena ajakan AI, pelajar yang baru lulus dari salah satu SMA di Jakarta Selatan. AI yang kini masih buron adalah pentolan "Gank Sparatiz" yang merancang aksi tawuran dengan kelompok AH yang bernama "Redlebbels (RDL)".
"Kronologisnya jadi ada seseorang seniornya salah satu sekolah inisial IA, saat ini juga masih kami kejar, dia baru lulus dari salah satu SMA," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di kantornya, Kamis (6/9/2018).
AI menyuruh para anggota "Gank Sparatiz" agar berkumpul untuk melancarkan aksi tawuran. Sebelum itu, pelaku juga terlibat komunikasi dengan kelompok RDL untuk menyepakati lokasi tawuran.
"Dia (IA) lah yang memulai berkomunikasi dengan para pelaku, termasuk juga korban, dialah yang ajak temen-teman lainnya, yang saat ini jadi para pelaku itu," kata dia.
Dari hasil penyidikan kasus ini, motif di balik tawuran antarkelompok itu karena AI ingin merayakan kelulusannya dengan melancarkan aksi tawuean.
"Motifnya kan dia, si IA ini kan baru lulus SMA, jadi dia masih euforia," kata Indra.
Sebelum beranjak ke lokasi, AI dan anggota "Gank Sparatiz" berkumpul di kawasan Gusuran Donat, tepatnya di dekat SMPN 267 Ulujami. Setelah itu, para pelajar ini pun akhirnya melancarkan aksi tawuran dengan kelompok korban di depan Hotel Belleza, Jalan Jenderal Soepeno, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Sabtu (1/9/2018) dini hari.
"Kelompok pelaku ini berarak-arakan naik sepeda motor dengan membawa sajam, stik golf, dan air keras," katanya.
Saat terjadi tawuran, AH tertinggal dengan kelompoknya yang melarikan diri saat bentrok dengan "Gank Sparariz". AH yang masih berstatus pelajar SMA swaata di Jakarta Barat akhirnya menjadi tumbal dalam tawuran antarpelajar tersebut.
Baca Juga: 10 Pelajar Tersangka Tawuran Maut, Begini Cara Mereka Habisi AH
"Saat di lokasi itu terjadilah tawuran, tapi korban saat itu tertinggal dari kelompoknya yang kabur, oleh para pelaku dikejar dan ditabrak," kata dia.
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 10 pelajar sebagai tersangka kasus tawuran maut. Mereka adalah F (19), RP (17), MR (16), SBR (16), ES (16), ASD (16), MFH (16), MR (17), DA (16), dan GM (16).
Atas ulahnya itu, para pelajar yang masih di bawah umur dikenakan Pasal 76 C Juncto Pasal 40 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan terancam hukuman maksimal lima tahun penjara. Sedangkan tersangka dewasa dijerat Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.
Berita Terkait
-
10 Pelajar Tersangka Tawuran Maut, Begini Cara Mereka Habisi AH
-
Satu Pelajar Tewas, Tawuran di Kebayoran Pakai Air Keras
-
Tawuran Maut di Kebayoran, Polisi Cari Markas Pesta Miras Pelajar
-
Buntut ABG Tewas di Kebayoran, 18 Pelajar Diciduk Polisi
-
Polisi: ABG Tewas di Kebayoran Bukan Dibegal, Tapi Korban Tawuran
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!