Suara.com - Sejumlah tokoh masyarakat Madura, Jawa Timur, menyampaiakan masukan dan keluhan ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Keluhan ini terkait mahalnya tarif Tol Jembatan Surabaya–Madura atau Tol Suramadu.
Perwakilan tokoh Madura menyampaikan hal tersebut di sela-sela silahturahmi Presiden Jokowi di kediaman istri almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah.
"Ini yang berkaitan, beliau-beliau memberikan masukan mengenai keluhan mahalnya tarif jembatan di Suramadu," ujar Jokowi di Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (7/9/2018).
Jokowi menjelaskan pemerintah awalnya sudah mengevaluasi tarif tol Suramadu. Dari awal tarif Rp 30 ribu untuk kendaraan pribadi kini sudah menjadi Rp 15 ribu. Dan untuk sepeda motor pemerintah sudah memberikan gratis.
"Tapi menang dampak terhadap investasi, ekonomi belum kelihatan. Sehingga beliau-beliau menyampaikan pada kita agar ditinjau kembali, dikalkulasi kembali," katanya.
Doa restu
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sempat meminta doa restu pada istri almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah. Ini terkait pencalonannya sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2019.
Maju di Pilpres 2019, Jokowi berpasangan dengan Maruf Amin. Duduk dari kursi roda, Sinta mengatakan Jokowi sudah empat kali menyambangi kediamannya.
Menurut Sinta, Jokowi merupakan pemimpin yang suka silahturahmi ke orang yang lebih tua. Termasuk dengan tekoh msyarakat dan kiai.
Lebih jauh Sinta mengatakan, sebagai orangtua ia akan memberikan doa dan dukungan pada pemimpin yang mampu membawa Indonesia kearah yang lebih baik.
Menurut Sinta seorang pemimpin harus membuat kebijakan berdasarkan kepentingan rakyatnya, bukan kepentingan satu golongan.
Berita Terkait
-
Makan Bubur, Jokowi Ucapkan Selamat Ultah Mendiang Gus Dur
-
Maju di Pilpres 2019, Jokowi Minta Doa Restu ke Istri Gus Dur
-
Sebelum Umumkan Ketua TKN, Jokowi Sambangi Rumah Gus Dur
-
Kunjungi Korsel, Jokowi Usung Perdamaian di Semenanjung Korea
-
Jokowi Telepon Sendiri Calon Ketua Timsesnya untuk Pilpres 2019
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja