Suara.com - Seorang warga berinisial RW (22) harus berurusan dengan aparat hukum, karena diduga menganiaya remaja berinisial F hingga babak belur.
Aksi penganiayaan itu terjadi di tempat pemakamam umum (TPU) Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (6/9/2018).
Kapolsek Kebon Jeruk Komisaris M Marbun mengatakan, pemukulan itu terjadi karena tersangka kesal terhadap perbuatan korban yang kerap mengajak adiknya begadang di kuburan.
"Motifnya pelaku ini kesal kepada korban lantaran mengajak adiknya nongkrong hingga larut malam di kuburan," kata Marbun saat dikonfirmasi, Jumat (7/9/2018).
Berdasarkan keterangan korban, kata Marbun, RW tiba-tiba menghardik korban yang sedang asyik berkumpul di TPU bersama teman-teman, termasuk adik tersangka.
Tanpa basa-basi, RW langsung memukuli wajah korban memakai tangan kosong. Akibatnya, wajah F bonyok sampai hidungnya mengeluarkan darah.
Tak terima terhadap tindakan RW, korban kemudian melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polsek Kebon Jeruk. Tak beberapa lama, polisi akhirnya membekuk F untuk bertanggungjawab secara hukum.
"RW tak berkutik ketika diamankan dan mengakui perbuatannya. Saat ini pelaku masih kami proses lebih lanjut," katanya.
Akibat perbuatannya itu, RW dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang Penganiayaan dan terancam hukuman pidana maksimal lima tahun bui.
Baca Juga: Mau Nikahi Polwan, Ahok Didoakan Dapat Banyak Anak
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target