Suara.com - AFW, pemuda warga Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, menyaru menjadi fotografer biro pencarian model iklan, untuk mencari mangsa perempuan-perempuan muda yang akan diperkosa.
Pemuda berusia 20 tahun itu akhirnya berhasil ditangkap aparat Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Ia merudapaksa gadis-gadis di bawah umur dilakukan di tempat sepi dan gersang. Tepatnya di Pantai Ria Kenjeran, Surabaya.
Suara.com mendatangi tempat kejadian perkara tersebut, Kamis (13/9/2018). Di lokasi tersebut, pohon Sono yang berdiri tegak, tak lagi ditumbuhi dedaunan. Rumput yang tumbuh di atas tanah kering terlihat menguning. Tempat tersebut biasanya hanya disinggahi orang untuk melepaskan burung merpati aduan.
"Tempat itu jarang disinggahi orang mas. Biasanya yang datang ke situ hanya orang yang melatih burung merpati," jelas Soleh, Satpam Pantai Kenjeran.
Soleh menuturkan, awalnya petugas loket maupun satpam tidak menaruh curiga pada pelaku yang saat itu menggunakan mobil warna hitam.
"Kami tidak curiga sama sekali karena saat masuk ke sini (Pantai Kenjeran), pada siang hari. Masuknya sekitar pukul 11.00," katanya.
Begitupun saat leluar dari tempat wisata. Tidak ada teriakan minta tolong ataupun suara jeritan. "Semua terlihat tenang," tambahnya.
Namun, Soleh mengaku kaget ketika dia didatangi sejumlah polisi yang menanyakan kejadian tersebut. "Nah, dari situlah saya baru tahu kalau ada pemerkosaan di dalam mobil. Akhirnya saya membantu pihak kepolisian dengan menunjukkan rekaman CCTV yang menyorot di pintu masuk dan pintu keluar loket," pungkas Sholeh.
Baca Juga: Rajin Saksikan Sidang Roro Fitria, Ibunda Selalu Pesan Ini
Sebelumnya diberitakan, AFW ditangkap aparat Polres Tanjung Perak di Lumajang. ”Dia ditangkap di kampung halamannya, Lumajang, Senin (10/9),” kata Kapolres Tanjung Perak Ajun Komisaris Besar Antonius Agus Rahmanto, Rabu (12/9/2018).
Ia mengatakan, penangkapan AFW merupakan tindaklanjut atas laporan dua gadis di bawah umur dan masih berstatus pelajar berinisial AN (17) warga Gresik, serta RR (15) gadis Surabaya.
Keduanya, dalam laporan polisi tertanggal 21 Agustus 2018, mengakui ditipu dan diperkosa AFW.
Modusnya, AFW mengakui sebagai fotografer yang mencari gadis-gadis ABG untuk dijadikan model iklan.
AFW mencari korbannya melalui media sosial Instagram. Sasaran utamanya adalah pelajar yang masih berusia di bawah 17 tahun.
Bagi korban yang berminat, AFW menjanjikan upah Rp 1 juta per jam bagi para korban untuk menjadi foto model.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Kedubes Rusia Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Solidaritas Sumut dan Sumbar Hibahkan Rp287 Miliar untuk Pemulihan Aceh
-
Selesaikan Masalah Perkotaan, Wamendagri Bima Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral
-
Dari Kritik ke Tawa: Kehadiran Rocky Gerung di Istana jadi Strategi Prabowo Akhiri Era Oposisi?
-
Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel
-
Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan
-
Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan
-
Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati