Suara.com - Partai Demokrat resmi mengadukan kepada Dewan Pers terkait pemberitaan media asing asal Hong Kong, Asia Sentinel atas artikel pemberitaaan yang menyebut Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) melakukan pencucian uang sebesar Rp 177 triliun selama 10 tahun menjabat sebagai presiden.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan, pihaknya juga meminta Dewan Pers untuk berkomunikasi dengan pihak Dewan Pers di Hongkong. Bahkan, Partai Demokrat juga mengajak Dewan Pers ke Hong Kong untuk melaporkan Asian Sentinel.
"Kami meminta Dewan Pers untuk mengontak Dewan Pers Hong Kong dan mengajak Dewan Pers bersama-sama kami untuk pergi atau melaporkan Asia Sentinel ini ke Dewan Pers Hong Kong dalam waktu yang relatif singkat. Tentu ini menjadi butuh koordinasi sebentar di ranah komisioner di Dewan Pers setelah itu akan kami beri tahu ke teman-teman," ujar Hinca di Kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).
Hinca menyatakan, apa yang diberitakan oleh Asia Sentinel tak ada kaitannya dengan SBY maupun Partai Demokrat. Artikel yang ditulis John Berthelsen itu menyimpulkan jika Bank Century adalah tempat SBY melakukan pencucian uang.
"Itulah yang menjadi soal, secara jurnaslistik kaidahnya di dunia ini universal pasti harus ada konfirmasi, cek and ricek tidak boleh beropini kan, karena wartawan menyampaikan fakta," Hinca menjelaskan.
Menurut Hinca, apa yang diberitakan oleh Asia Sentinel merupakan kasus yang telah ditutup baik secara hukum maupun politik. Pihaknya juga akan mencari Asia Sentinel untuk memastikan kebenaran pemberitaan tersebut.
"Kami pastikan dulu karya jurnalistiknya ini tidak dapat di pertanggung jawabkan alias abal-abal. Dan pastilah kita bisa urai itu, di mana dia melanggar kode etiknya. Mudah sekali itu opini, yang kedua tidak ada konfirmasi, yang ketiga tidak ada cek dan ricek ke kita dan naik begitu saja. Baik judul maupun alinea yang saya kutip tadi ada lima item besar yang dia beropini di situ," tandas Hinca.
Catatan Redaksi: Asia Sentinel telah menghapus artikel yang dimaksud dalam pemberitaan ini pada hari Rabu, 19 September 2018. Mereka juga menerbitkan artikel permintaan maaf kepada SBY dan Partai Demokrat.
Setelah Asia Sentinel menghapus artikel tersebut, sesuai etika jurnalistik, Suara.com sebagai pihak penyadur turut menghapus isi pemberitaan tersebut.
Baca Juga: Lupa Salaman, Wisudawan Ini Nyelonong Depan Rektor
Informasi ini ditambahkan pada hari Rabu, 3 Oktober 2018.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!