Suara.com - Deni, lelaki berusia 30 tahun melakoni aksi kriminal baru sebagai seorang pembegal. Pasalnya, pelaku begal terbiasa beraksi untuk mengambil kendaraan bermotor atau barang berharga, tapi Deni justru memilih melakukan begal pantat.
Aksi yang dilakukan Deni telah meresahkan pengunjung Pasar Manukan, Tandes, Surabaya, Jawa Timur, tempat ia biasa beraksi.
Sebab, Deni selalu menyasar ibu-ibu yang pergi ke pasar tersebut sebagai korban aksi asusilanya. Perilaku kurang ajar tersebut akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.
"Atas laporan korban, akhirnya kami menangkap pelaku dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka," jelas Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Komisaris Rety Suasmaningsih kepada wartawan, Jumat (21/9/2018).
Ia menceritakan, dalam melakukan aksinya, pelaku yang memiliki pekerjaan asli sebagai juru parkir (Jukir) di pasar tersebut, lebih dulu membuntuti korban yang hendak berbelanja.
"Ketika ada kesempatan, tersangka meremas dan meraba salah satu bagian tubuh korban (pantat). Setelah itu tersangka kabur," tegas Rety.
Selain ibu-ibu, tambah Rety, pelaku juga menyasar korban anak-anak. "Namun ada laporan juga yang mengatakan bahwa Deni juga melakukannya kepada anak-anak," pungkas Rety.
Kontributor : Achmad Ali
Baca Juga: Bagus Cetak Gol, Indonesia Ungguli Iran di Babak Pertama
Berita Terkait
-
Timses Jokowi di Jatim Buka Rekening Sumbangan Dana Kampanye
-
Panti Pijat Legendaris Bu Mamik Digerebek, Ada PSK Lagi Asyik
-
Dipaksa Layani Fantasi Tamu Tanpa Libur, PSK Ungkap Rumah Bordil
-
Skandal Rumah Bordil Pasutri, Terkuak karena PSK Tak Diberi Libur
-
Kontribusi Penjualan Besar, Suzuki Manfaatkan GIIAS Surabaya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat