Suara.com - Polisi sedang serius menyelidiki kasus dugaan penyebaran berita bohong alias hoaks. Ini menyusul kabar yang beredar di media sosial yang menyebut aktivis sosial Ratna Sarumpaet dipukuli hingga babak belur.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, setidaknya ada tiga laporan yang telah diterima polisi terkait kasus penyebaran hoax soal Ratna Sarumpaet itu. Dua laporan diterima di Polda Metro Jaya dan satu laporan di Bareskrim Polri.
"Ada 3 laporan polisi, di mana dalam laporan tersebut, mereka mencantumkan agar polisi minta menyelidiki terkait pemberitaan hoaks. Polri sudah melakukan penyelidikan, terkait hal tersebut ada laporan yang masuk ke Mabes dan Polda agar melakukan penyelidikan," kata Nico di Polda Metro Jaya, Rabu (3/10/2018).
Hanya saja, Nico tak menjelaskan pihak yang dituduh telah menyebarkan hoaks soal kabar perempuan berusia 70 tahun itu mengalami lebam karena dikeroyok. Pun demikian, Nico masih merahasiakan pihak yang membuat laporan agar polisi mengungkap pelaku penyebar hoax wajah lebam Ratna Sarumpaet.
Nico hanya menjelaskan, jika para pelapor mencantumkan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Terkait adanya tiga laporan itu, kata dia, penyidik Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri perihal laporan kasus tersebut.
"Penyidik di Bareskrim dan Polda masih melakukan pendalaman," imbuh dia.
Berita Terkait
-
Heboh Ratna Sarumpaet, Ini Sindiran Tajam Melanie Subono?
-
Sore Ini, Ratna Sarumpaet Buka Suara dan Jumpa Pers di Rumahnya
-
Sejam Lebih di RS Bedah Bina Estetika, Resmob Polda Bungkam
-
Sandiaga Buka Suara soal Rekayasa Babak Belur Ratna Sarumpaet
-
Fahri Hamzah Semprot Tompi soal Dugaan Rekayasa Ratna Sarumpaet
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil