Suara.com - Sebagai Kota Layak Anak (KLA), Kota Depok, Jawa Barat justru kerap terjadi aksi tawuran antar remaja. Hal ini perlu menjadi perhatian serius, sebab selain berbahaya, aksi tawuran kerap diikuti anak di bawah umur.
Seperti pada Sabtu (6/10/2018), lima orang anak yang baru berumur belasan tahun terpaksa diamankan tim Jaguar Polresta Depok. Kelima anak itu diamankan karena hendak melakukan tawuran di Jalan Raya Citayam, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok.
Saat diamankan, para remaja bawah umur itu kedapatan membawa senjata tajam atau sajam, yakni enam buah celurit, satu pedang dan satu golok.
Kanit Krimsus Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan, penangkapan lima anak remaja itu berdasarkan laporan dari masyarakat. Mereka berkumpul di area Kelurahan Pondok Jaya sehingga dicurigai warga hendak melakukan tawuran.
"Dapat info tim Jaguar langsur ke lokasi mengamankan lima anak berserta baramg bukti senjata tajam dan 11 sepeda motor berbagai merek," kata Firdaus.
Ada pun kelima remaja yang diduga melakukan aksi tawuran antara lain, M. Asril (18), M.RZ (15), MRP (14), K(15), dam Wisnu (18). Tiga dari lima anak remaja merupakan anak masih di bawah umur dan berkeliaran membawa senjata tajam.
Kelima anak remaja dan barang bukti kini diamankan di Polsek Pancoranmas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penangkapan anak remaja di Kota Layak Anak Depok kerap dilakukan tim Polresta Depok. Aksi tawuran juga sering terjadi di kalangan remaja, khususnya pada dini hari.
"Ya kita tingkatan frekuensi patrolinya. Peningkatan frekuensi patroli di titik-titik rawan di setiap wilayah Polsek," tegasnya.
Baca Juga: Komdis PSSI Revisi Hukuman 3 Pemain Persija Jakarta
Patroli dilakukan juga menjelang Asian Para Games 2018. Di mana Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengeluarkan maklumat untuk menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru