Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2019 sebesar Rp 87,3 triliun. Anggaran itu mengalami kenaikan Rp 4,1 triliun dari APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 83,2 triliun.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan, anggaran yang diajukan untuk 2019 itu mengalami kenaikan lantaran memperhatikan beberapa aspek yang terjadi di Indonesia, khususnya Jakarta. Adapun beberapa hal yang menjadi penyebab kenaikan anggaran antara lain asumsi ekonomi makro terhadap pertumbuhan ekonomi di Jakarta, inflasi, termasuk harga dolar.
"Ini sudah hasil kajian, semua asumsi ekonomi makro itu sudah dianalisis," kata Saerullah saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018).
Dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2019, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp 77,78 triliun. Angka itu mengalami kenaikan sebesar Rp 11,98 triliun dibandingkan dengan pendapatan pada APBD-P 2018 yang hanya sebesar Rp 65,8 triliun.
Saefullah menjelaskan, dengan adanya kenaikan anggaran itu nantinya akan difokuskan kepada beberapa persoalan yang sangat krusial di Jakarta. Sehingga berbagai persoalan penting di ibu kota dapat diselesaikan dengan baik dan maksimal.
"Macam-macam, ada persoalan pengentasan banjir, rumah susun, DP 0 persen," imbuh Saefullah.
Berita Terkait
-
Sepekan Lagi Diresmikan, Skybridge Tanah Abang baru 60 Persen
-
Meski Tanpa Wagub, Anies Bantah Pekerjaannya Terbengkalai
-
Alasan Pemprov DKI Hanya Tagih Ratna Sarumpaet Rp 10 Juta
-
Pemprov DKI Kasih Rp 70 Juta untuk Ratna Sarumpaet Pergi ke Cile
-
Serapan Anggaran Rendah, DPRD Desak DKI Bentuk Timsus Pemantau
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos
-
Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum
-
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes