Suara.com - Tim gabungan pencarian korban gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Selatan akan menghentikan pencarian korban gempa, Kamis (11/10/2018) sore ini. Proses pencarian dan evakuasi korban gempa juga dihentikan di Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.
Perkembangan informasi yang dikeluarkan oleh Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Sulawesi Tengah, dari bencana alam itu telah dapat dievakuasi 2.065 jenazah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 924 jenazah telah dimakamkan di pemakaman masal di Paboya, 35 jenazah di pekuburan massal di Pantoloan, 35 jenazah di pekuburan massal di Donggala, dan 1.071 jenazah telah dimakamkan oleh keluarga masing-masing.
Terdapat korban luka-luka sebsnyak 4.612 orang, korban hilang sesuai laporan keluarga sebanyak 680 orang, korban tertimbun sebanyak 152 orang.
Masih banyak korban yang belum dapat dievakuasi, kecil kemungkinannya masih hidup karena sudah 12 hari setelah gempa, terutama di pemukiman padat penduduk di Kelurahan Balaroa (Kecamatan Palu Barat), di Kelurahan Petobo (Kecamatan Palu Selatan) di Kota Palu, dan di Desa Jono Oge (Kecamatan Biromaru) di Kabupaten Sigi.
Bila ditanya seberapa banyak korban gempa yang belum dapat dievakuasi dari tiga lokasi padat penduduk itu. Patut diduga dalam bilangan ribuan orang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik terbaru 5 Juli 2017, seluruh enam kelurahan di Kecamatan Palu Barat rata-rata penduduknya 9.915 orang. Sementara dari lima kelurahan di Palu Selatan rata-rata berpenduduk 13.424 orang.
Belum lagi ditambah penduduk di Desa Jono Oge yang juga dalam bilangan ribuan.
Penduduk dari tiga lokasi bencana, banyak penduduk saat gempa sedang berada di rumah atau masjid karena berbarengan dengan waktu Sholat Maghrib sehingga terjebak dalam tanah yang bergolak dan bergerak serta mengeluarkan air bercampur lumpur dari dalam tanah.
Berakhir, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengakhiri operasi evakuasi korban meninggal pada sore hari, 11 Oktober 2018. Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo menyampaikan bahwa Basarnas sepenuhnya mengakhiri operasi evakuasi pada tanggal tersebut. Pihaknya akan menyerahkan tugas kepada Basarnas wilayah Kota Palu.
Baca Juga: Lagi Sial, Alarm Gempa Bikin Pria Ini Ketahuan Selingkuh
"Kami tetap menyiapsiagakan personel Basarnas dari Kantor Palu untuk melakukan asistensi. Dan bila mendapatkan laporan (korban) dari masyarakat, mereka akan melakukan evakuasi," katanya.
Basarnas telah berupaya keras untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan serta evakuasi di lokasi-lokasi yang teridentifikasi adanya korban tertimbun maupun laporan warga. Selama melakukan operasi itu, medan terberat terkonsentrasi pada lokasi-lokasi terdampak fenomena likuifaksi, seperti Petobo, Balaroa, dan Jono Oge.
Hingga kini di tiga lokasi gempa itu juga masih labil sehingga bila tak hati-hati akan membuat petugas terperosok, sedangkan di Petobo juga memunculkan gundukan lumpur di atas ketinggian orang dewasa normal.
Di Petobo dan Balaroa, tanah menjadi labil sedangkan di Jono Oge, personel Basarnas kesulitan untuk melakukan evakuasi meskipun dengan menggunakan alat berat amphibi. Medan berlumpur dan kondisi tanah labil menyulitkan alat berat untuk beroperasi.
Melihat kondisi yang sulit, personel lapangan sangat memperhatikan aspek keselamatan. Bambang menggambarkan bagaimana tanah labil menjadi amblas ketika mereka menginjakkan kaki ke tanah. Estimasi untuk menyisir lokasi terdampak membutuhkan waktu sekitar lima bulan.
Citra satelit menunjukkan bahwa luas areal terdampak di Balaroa mencapai 47,8 hektare, Petobo 180 hektare, dan Jono Oge 202 hektare. Setelah operasi dinyatakan selesai, Basarnas menyerahkan kepada keputusan pemerintah daerah setempat terhadap para korban yang masih terkubur.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK