Suara.com - Debra Jeanne Poh, finalis Miss Grand International 2018 dari Malaysia, membuat geger dan memicu kemarahan publik Indonesia—terutama warganet—karena tampil mengenakan batik.
Dalam kontes kecantikan terkenal tersebut, Debra memakai baju batik bermotif parang yang telah dimodernisasi.
Pemakaian batik oleh Debra itu menuai kemarahan warganet Indonesia. Mereka membanjiri Instagram Debra yang mengunggah fotonya memakai batik parang, Minggu (14/10), dengan komentar-komentar pedas.
“This is batik indonesia. A poor you,” tulis akun @sukaguee, Senin (15/10/2018).
Akun @bysuf_ tak kalah garang, ia menuliskan, “So stupid, batik itu dari Indonesia (batik parang) from Yogyakarta. Miss Grand? tuk apelah kau dipilih jadi miss Grand? Padahal orang-orang yang menang di ajang miss grand itu adalah orang berbakat, smart, and multitalent. Yang kau kenakan tu batik milik Indonesia.“
Sedangkan akun @_dwi_astutik menyindir, “Get well soon Malaysia. Semoga lekas sembuh dari penyakit plagiatnya.”
“Maling tetaplah maling,” timpal akun adhinarealna@badrul_97.
Sementara akun @asepdeniherdian menyejukkan suasana di kolom komentar dengan menuliskan, “Terima kasih sudah memamerkan hasil karya bangsa Indonesia ke ajang internasional.”
Namun, warganet Indonesia semakin marah, tatkala pemenang Miss Grand Malaysia 2017 Sanjeda John membuat pernyataan di Instastoru miliknya, yang menyebut batik dari Malaysia.
Baca Juga: Tanggapi Pernyataan Presiden PKS, Golkar Angkat Isu Kesejahteraan
"Gosh batik Malaysian pun mau clim hak milik.. My God please forgive their stupidity," tulisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK