Suara.com - Perawat yang berstatus pegawai honorarium di Puskemas Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, terpaksa diberhentikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.
Sebab, perawat tersebut ketahuan menjadi calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019.
Kepala Dinkes Bintan dr Gama Isnaini mengatakan, stafnya itu adalah tenaga kerja harian lepas (TKHL) yang bertugas sebagai perawat.
"Pekan lalu pihak puskesmas sudah mengirimkan surat kepada saya. Saat ini sedang diproses pemberhentiannya," ujar dr Gama, Kamis (25/10/2018), seperti diberitakan Batamnews—jaringan Suara.com.
Pegawai pemerintah, kata Gama, baik itu PTT maupun TKHL tidak boleh terlibat atau dilibatkan dalam kampanye apalagi sampai mencalonkan diri sebagai caleg.
Sebab, dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 dan Perbawaslu nomor 28 tahun 2018 tentang pengawasan kampanye pemilu, PTT dan THL dilarang terlibat dalam politik. Sebab, dengan ikut maju jadi caleg pastinya telah menjadi anggota partai.
"Bersangkutan pasti kami berhentikan. Tapi kami menunggu arahan dari BKPPD Bintan dulu," katanya.
Berita ini kali pertama diterbitkan Batamnews.co.id dengan judul “Ketahuan Nyaleg, Dinkes Bintan Terpaksa Berhentikan Seorang Perawat”
Baca Juga: Teriak Lailahaillallah, Aksi Bela Tauhid Bergerak dari Istiqlal
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!
-
Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis
-
Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan
-
Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final
-
Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir