Suara.com - Presiden Jokowi meninjau beberapa harga kebutuhan pokok di Pasar Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Pantauan Suara.com di lokasi, Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang tiba di area Pasar Bogor sekitar pukul 21.50 WIB. Kedatangan Jokowi pun langsung disambut meriah oleh para pedagang dan pembeli di pasar tradisional tersebut.
Perlahan, Jokowi yang juga didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto itu mulai menyusuri jalan sempit di pasar untuk meninjau langsung sejumlah harga kebutuhan pokok kepada para pedagang.
Tak hanya meninjau harga, Jokowi juga terlihat membeli beberapa jenis sayuran dan buah-buahan seperti timun, cabai, tempe, alpukat hingga pepaya.
"Harga masih stabil. Beberapa saya lihat memang ada penurunan. Misalnya, ini yang sayuran ya, sawi hijau biasanya Rp 8-10 ribu, ini Rp 7 ribu. Terus buncis biasanya Rp 16 ribu, ini tadi Rp 12 ribu. Tapi ada juga yang naik sedikit misalnya alpukat dan ayam. Ya ini tergantung supply demand. Saya kira di pasar suatu hal yang biasa," kata Jokowi, Selasa (30/10/2018).
Menurutnya, harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut masih tergolong dalam batas kewajaran dan sejalan dengan peta makro ekonomi saat ini. "Kembali lagi ke inflasi, memang angka-angka itu setelah kota cek dilapangan ternyata ya sesuai. Inflasinya stabil dan harga di pasar stabil. Jangan sampai ada yang teriak-teriak pasar mahal," jelasnya.
Meski demikian, pemerintah berjanji akan tetap memantau dan menjaga kestabilan harga di pasar tanpa menyampingkan petani maupun peternak.
"Misalnya ada yang naik, misalnya telur saya langsung perintah Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan menjaga harga itu. Tapi jangan sampai terlalu murah juga kasian petani, peternak nanti teriak-teriak rugi. Ini yang menyeimbangkan tidak mudah," tutup Jokowi.
Kontributor : Rambiga
Baca Juga: Dikalahkan Persipura, Pelatih Persebaya: Tim Kami Kelelahan
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Rano Karno Mau Sulap Planetarium Jakarta Setara Las Vegas
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!