Suara.com - Ketua Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi memiliki satu permintaan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Didi meminta Kepala Negara tidak merebut jabatan Ketua Paguyuban Pasundan setelah dianugerahkan sebagai pinisepuh.
"Ada satu bapak presiden, terhadap penghargaan penisepuh Paguyuban Pasundan, tolong pak jangan ingin jadi ketua umum Paguyuban Pasundan," kata Didi dilanjutkan tawa hadirin di Kantor Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatra, Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11/2018).
Didi menerangkan, dirinya baru satu periode menjabat sebagai Ketua Umum Paguyuban Pasundan. Sama dengan masa kepemimpinan Jokowi sebagai Kepala Negara.
Meski demikian, Didi mendukung Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinan di Indonesia.
"Karena saya baru satu periode Pak, sama dengan bapak, baru satu periode. Lanjutkan pak," ujar dia.
Setelah dianugerahi pinisepuh, Jokowi merasa terhormat mendapat kepercayaan dari Paguyuban Pasundan.
Terkait alasan penganugerahan yang diberikan kepadanya, Jokowi minta media bertanya kepada Ketua Umum Paguyuban Pasundan.
"Ya sebuah kehormatan besar menerima anugerah sebagai pinisepuh Paguyuban Pasundan," kata Jokowi.
Baca Juga: Tim Prabowo Nilai Jokowi Membuat Rakyat Saling Hujat
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Pelaku Percobaan Pemerkosaan Lansia di Gunungkidul Ternyata Pelajar, Kini Dititipkan ke LPKA
-
Bukan Kasus Biasa: Tersangka Pembakar Mushola di Maluku Tenggara Terancam 9 Tahun Penjara
-
Satpol PP Sita Ribuan Botol Miras dari Sejumlah Warung dan Gudang di Jakarta Barat
-
Pasca OTT Bea Cukai, KPK Gandeng Inspektorat Kemenkeu Bahas Pencegahan Korupsi
-
Eks Pimpinan KPK Bingung Soal Dakwaan di Perkara Pertamina: Ini Apa Sih Esensinya?
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Kasus Impor Barang KW ke Dirjen Bea Cukai
-
Dinamika Kepemimpinan Kampus di Sulsel Uji Netralitas dan Independensi Akademik
-
Eks Jubir Tessa Mahardhika Sugiarto Resmi Dilantik Jadi Direktur Penyelidikan KPK
-
Bareskrim Angkut Isi Toko Emas di Nganjuk, Telusuri TPPU Hasil Tambang Ilegal Kalbar
-
Skandal Parkir Liar Cempaka Putih: Oknum Dishub Diduga Pasok Atribut, Pramono Anung Ancam Pecat