- Polda Metro Jaya memeriksa model berinisial AWS terkait laporan dugaan pembegalan viral di Jakarta Barat pada 16 Mei.
- Hasil visum membuktikan luka pada tubuh AWS bukan akibat bacokan begal, melainkan karena bisul yang meletus.
- Penyidik memeriksa AWS untuk mendalami motif pengakuan palsu tersebut guna mengantisipasi adanya upaya cipta kondisi di masyarakat.
Suara.com - Polda Metro Jaya mengungkap hasil pemeriksaan model berinisial AWS (Muse Model) yang diduga menjadi korban begal di kawasan Jakarta Barat, yang sempat viral di media sosial, pada Sabtu (16/5).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui, Jumat (22/5/2026), menyebutkan setelah dilakukan visum et repertum terhadap luka yang dialami korban, ternyata bukan luka dari pelaku begal.
"Kami ulangi kembali, luka tersebut adalah bisul yang meletus. Jadi bukan karena bacokan pelaku begal. Ini harus kami sampaikan kepada publik," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Tujuan yang bersangkutan diperiksa oleh Ditres Siber Polda Metro Jaya pada Kamis (21/5) untuk mendalami apa motif dari yang bersangkutan.
"Ini ada korelasi tadi dengan yang ditanyakan pertama. Apakah ada suatu upaya kelompok-kelompok tertentu membuat cipta kondisi dengan mengunggah, mengaku bahwa yang bersangkutan adalah bagian dari korban. Nah, itu yang ingin kita klarifikasi," ujarnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap seorang model berinisial AWS yang diduga menjadi korban begal di kawasan Jakarta Barat dan kejadiannya sempat viral pada Sabtu (16/5).
"Iya, di (periksa) Siber Polda Metro Jaya dalam rangka penjelasan yang bersangkutan," kata Budi, Kamis (21/5).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, AWS keluar dari ruang Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 20.27 WIB mengenakan pakaian hoodie biru dan celana cokelat.
Saat dikonfirmasi, AWS tampak terdiam, menangis tersedu dan langsung menuju kendaraan untuk pergi meninggalkan wartawan yang sudah menunggu kedatangan dirinya.
Baca Juga: Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!
Berita Terkait
-
Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!
-
Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api
-
Kata Pigai soal Begal Tak Boleh Ditembak, Hotman Paris: Pikir Lagi, Apa Anda Cocok Jadi Menteri?
-
Polisi Cuma 'Wait and See', KontraS Cium Aroma Pelimpahan Berkas Terselubung ke Puspom TNI
-
Ini Sudah Jadi Teror! DPR Dukung Aparat Tembak Begal di Tempat
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bukan di Istana, Prabowo Pilih Terima Tony Blair dengan Penuh Kekeluargaan di Rumah Pribadi
-
Mendadak Datangi Gedung Merah Putih KPK, Kepala BGN Nanik Sudaryati Beri Penjelasan Singkat
-
Tiga Pulau Padam dalam Dua Bulan: Ada Apa dengan Listrik Indonesia?
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 45 Persen Meski Tiga Helikopter Dikerahkan
-
Mendagri Serahkan Anugerah Adinata Syariah 2026, Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah
-
Dua Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini, 413 Personel Gabungan Disiagakan
-
Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian
-
Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi
-
Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei