Suara.com - Tragedi drama kolosal Surabaya Membara yang memakan korban tewas 3 orang, Jumat (9/11/2018) lalu tidak membuat rangkaian Parade Surabaya Juang 2018 dihentikan. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap melanjutkan acara itu.
Ribuan peserta meramaikan Parade Surabaya Juang 2018 dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November yang digelar mulai dari Tugu Pahlawan hingga Taman Bungkul, Kota Surabaya, Jatim, Minggu (11/11/2018).
"Alhamdulilllah ramai. Para peserta cukup antusias mengikuti Parade Surabaya Juang di Tugu Pahlawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti.
Parade Surabaya Juang 2018 diikuti sekitar 10 ribu peserta, baik dari jajaran Pemkot Surabaya hingga jajaran kecamatan dan juga peserta dari luar daerah. Parade kali ini juga akan diikuti oleh 350 tim teatrikal, 10 kendaraan militer ANOA, 70 Jeep dari berbagai daerah dan juga 20 sepeda motor kuno.
Saat ditanya apakah ada perubahan konsep teatrikal Parade Surabaya Juang 2018 menyusul tiga orang meninggal dan belasan orang luka luka pada saat menonton drama kolosal Surabaya Membara yang digelar di Viaduk Jalan Pahlawan, Jumat (9/11/2018) malam, Antiek menyatakan tidak ada perubahan konsep. Meski sebelumnya sempat ada evaluasi terkait hal itu.
Ia mengatakan ada delapan spot yang dilalui pada saat teatrikal Parade Surabaya Juang 2018 dan setiap spot itu menampilkan pertunjukan yang berbeda-beda, mulai dari teatrikal, musik atau pembacaan puisi.
Adapun delapan spot tersebut berada di Tugu Pahlawan, Siola, Hotel Majapahit, Gedung Negara Grahadi, Bambu Runcing, Monumen Polisi Istimewa, SMA Santa Maria dan Taman Bungkul.
Alasan tidak merubah konsep yang ada, lanjut dia, dikarenakan pihaknya sudah mengantisipasi segala sesuatunya termasuk keamanan sejak lama terkait pelaksanaan Parade Surabaya Juang 2018. Untuk keamanan sepanjang rute yang dilewati Parade Surabaya Juang, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan beberapa pihak pihak seperti kepolisian dan TNI dibantu petugas Satpol PP dan Linmas.
Bahkan Pemkot Surabaya dan panitia acara sudah melakukan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait jadwal kereta api yang lewat di viaduk Tugu Pahlawan. Hal ini mengantisipasi agar tidak ada warga yang menonton teatrikal di atas viaduk atau bersebelahan dengan rel kereta api.
Baca Juga: Fandry Dedikasikan Gol untuk Korban Tragedi Surabaya Membara
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya menegaskan teatrikal Parade Surabaya Juang 2018 tetap akan digelar meski terjadi insiden Surabaya Membara.
Menurut Risma, pihaknya ingin menjadikan peringatan 10 November sebagai suatu kebangkitan untuk terus memompa semangat anak-anak Surabaya.
"Karena ke depan itu itu berat. Kalau anak-anak tidak punya daya juang, mereka akan kalah bersaing di era persaingan global," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Fandry Dedikasikan Gol untuk Korban Tragedi Surabaya Membara
-
Alasan Risma Tak Mau Bantu Korban Tragedi Surabaya Membara
-
Risma Sesalkan Acara Surabaya Membara Tak Ada Koordinasi
-
Kemenhub Siapkan Santunan untuk Korban Drama Surabaya Membara
-
Kondisi Terkini Korban Insiden Drama Kolosal Surabaya Membara
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan