Suara.com - Gerakan Pemuda Ansor mendesak Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno meminta maaf kepada warga nahdliyin serta masyarakat, setelah tepergok melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama Kiai Bisri Syansuri, saat berziarah ke kompleks Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur.
Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Quomas alas Gus Yaqut menilai, Sandiaga Uno harus meminta maaf karena perbuatannya tidak beradab.
”Daripada berpolemik mencari-cari kesalahan atas insiden itu, Sandiaga Uno sebaiknya meminta maaf,” tegas Gus Yaqut kepada Suara.com, Minggu (11/11/2018).
Selain meminta maaf, Gus Yaqut meminta cawapres pendamping Prabowo Subianto tersebut tidak mencari kambing hitam dan memperbaiki adabnya.
Gus Yaqut menilai, aksi Sandiaga tersebut menunjukkan sang cawapres tak terbiasa berziarah sehingga tidak memunyai sopan santun.
Ia menuturkan, berziarah kubur merupakan tradisi warga NU sebagai pengingat akan kematian.
"Itu menunjukkan dua hal setidaknya. Pertama, dia tak terbiasa berziarah di makam, yang selama ini menjadi tradisi warga NU sebagai pengingat pada kematian sekaligus mendoakan yang sudah wafat," jelasnya.
Kedua, kata Gus Yaqut, meski tindakan melangkahi makam yang dilakukan Sandiaga itu tidak menyangkut terkait akidah, aksi itu menunjukan Sandiaga tidak memiliki adab alias etiket.
”Ketiadaan adab ini membuka mata publik siapa sebenarnya Sandiaga Uno yang pernah digelari sebagai santri bahkan ulama itu. Arwah kiai itu sebagai wasilah atau perantara doa. Masak kepada pemberi wasilah kita seenaknya?" tandasnya.
Baca Juga: Jadi Tersangka, Kriss Hatta Besok Polisikan Nikita Mirzani, Kok?
Berita Terkait
-
Langkahi Makam Pendiri NU, GP Ansor: Sandiaga Uno Tak Beradab
-
Sandiaga Langkahi Makam Ulama, Eva: Repot Kalau Mendadak Ustaz
-
Bersarung Hijau, Sandiaga Terekam Langkahi Makam Pendiri NU
-
Kiai NU Pertanyakan Ziarah Sandiaga Uno ke Jombang, Ada Apa?
-
Sering Selfie Bareng Emak-emak, Sandiaga Akui Kalah dari Jokowi
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir