Suara.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur memastikan, tak ada penumpang pesawat nahas Lion Air JT 610 yang teridentifikasi pada hari Minggu (11/11/2018).
Komandan Tim DVI Komisaris Besar Lisda Cancer mengatakan, sebanyak 666 sampel DNA penumpang pesawat yang jatuh ke perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (28/10) tersebut telah diambil dari kantong jenazah untuk diperiksa.
"Hasil sidang rekonsiliasi pada hari Minggu tanggal 11 November 2018 pukul 11.00 di RS Bhayangkara TK I RS Soekanto, belum ada penumpang yang teridentifikasi," kata Lisda Cancer saat jumpa pers di Rumah Sakit Polri Sukanto, Jakarta, Minggu siang.
Sementara hingga Minggu sore pukul 17.00 WIB, Tim DVI belum mendapatkan nama baru dari proses identifikasi jenazah.
Kombes Lisda mengharapkan, Senin (12/11) besok, sudah ada nama baru dari penumpang Lion Air JT 610 yang teridentifikasi.
Hingga saat ini, penumpang Lion Air JT 610 yang telah teridentifikasi sebanyak 79 individu, dengan rincian laki-laki 59 orang, dan perempuan 20 orang.
Pencarian korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang telah dihentikan secara terpusat pada Sabtu (10/11).
Hingga pencarian dihentikan, tim pencarian dan pertolongan gabungan telah menemukan 196 kantong jenazah. Secara resmi, jumlah penumpang dan awak pesawat yang tercatat sebanyak 189 orang.
Baca Juga: SBY: Tak Punya Capres, Tuhan Sayangi Hambanya yang Tegar
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT