Suara.com - Sudah ada 24 ekor kambing di Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, diterkam macan. Mengerikan memang, namun fenomena langka turunnya macan dari hutan Gunung Lawu ke kawasan permukiman itu dinilai memiliki pesan bagi warga setempat.
Apalagi dalam kasus terakhir di kandang kambing milik Sayem, di Dusun Gondangtelan, RT 002/RW 006, Desa Wonorejo, macan hanya menggigit leher dan tidak memakan daging kambing. Macan itu hanya meninggalkan kambing yang telah diterkam.
Merespons fenomena macan turun gunung, Kepala Desa Wonorejo, Jatiyoso, Sudrajat, dan warganya berinisiatif mengumpulkan kambing di satu lokasi atau kandang. Langkah itu dilakukan untuk mempermudah pengawasan. Sudrajat menyampaikan warga lebih rajin melakukan siskamling sejak kejadian macan turun gunung.
Mengutip laman Solopos.com (jaringan Suara.com), saat kejadian kali terakhir, mereka sedang melakukan siskamling tidak jauh dari rumah Sayem, pemilik kambing yang diterkam macan. Saat mereka melanjutkan siskamling ke wilayah bawah, macan menerkam kambing Sayem.
"Kami motivasi warga meningkatkan keamanan agar tidak resah. Ternak dikumpulkan satu kandang untuk mempermudah pengawasan. Hanya kambing yang diterkam. Sapi banyak tetapi ditinggalkan. Siskamling akan dilakukan tersebar dan di tempat strategis. Selain itu kami akan membuat long bumbung dan dibunyikan. Itu untuk menghalau macan agar tidak masuk kampung," tutur Sudrajat saat berbincang dengan wartawan, Jumat (23/11/2018).
Sudrajat menyampaikan ada pesan moral dari kejadian tersebut. Salah satu dasarnya adalah macan tidak memangsa semua kambing atau hanya menerkam hingga mati. Dia menduga macan di hutan Gunung Lawu itu terusik karena kebakaran, pemburu, dan pembukaan lahan. Oleh karena itu dia meminta kerja sama warga untuk ikut menjaga alam.
"Soal pemburu, kami sudah sosialisasi boleh berburu tapi yang tidak dilindungi, misal babi hutan dan lain-lain. Tetapi melihat kejadian ini maka kami melarang perburuan dalam bentuk apapun. Warga yang melihat ada pemburu masuk silakan melapor ke desa atau polisi," ujar dia.
Terakhir, macan Gunung Lawu turun gunung dan menyerang enam ekor kambing milik warga di lereng Lawu pada Kamis (22/11/2018) malam pukul 23.30 WIB. Enam dari total tujuh ekor kambing milik Sayem diterkam macan.
"Mireng 'kluthek' [dengar suara] teng wingking [di belakang/dapur]. Kewan niku nembe nguweki mendo [hewan itu lagi menerkam kambing]. Dengak-dengak macan teng nduwure mendo [macan menerkam dan mengoyak kambing]. Ajeng kula tomprang [mau saya gebuk], macane iber [macan lari]. Macane sak mendo radi ageng [macan sebesar kambing agak lebih besar]. Totol-totol. Kula mbengok 'laeeee tulungono' pas macane iber [saya teriak minta tolong setelah macan lari]," cerita Sayem sembari sesenggukan, Jumat.
Baca Juga: Yusril Tantang Prabowo Sumpah Pocong
Lima dari enam kambing yang diterkam mati sedangkan satu ekor kambing sekarat. Warga berinisiatif membeli kambing sekarat dan disembelih. Warga berpatungan dan membayar Sayem Rp400.000 untuk seekor kambing.
Artikel ini pertama kali terbit di laman Solopos.com dengan judul: "Terkam Puluhan Kambing, Ada Pesan di Balik Turunnya Macan Gunung Lawu"
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif