Suara.com - Tim Resmob Polda Jawa Barat menangkap tersangka ketiga kasus pembunuhan Abdullah Fitri Setiawan alias Dufi yang jasadnya ditemukan dalam tong di daerah Bogor beberapa waktu lalu. Satu tersangka itu adalah Yudi alias Dasep.
Diketahui, kasus pembunuhan itu terungkap setelah penemuan mayat dalam tong atau drum di daerah Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Minggu 11 November 2018.
Sebelumnya, polisi dari tim Resmob Polda Metro Jaya telah meringkus dua tersangka lain yakni pasangan suami istri bernama Nurhadi dan Sari. Yudi diduga kuat ikut membantu Nurhadi memasukkan mayat Dufi ke dalam drum plastik warna biru lalu membuangnya.
"Yudi berperan membantu mengangkat dan membuang jenazah tersebut," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com di Jakarta, Sabtu (24/11/2018).
Yudi ditangkap pada Jumat (23/11/2018) kemarin. Ia ditangkap sekitar pukul 12.15 WIB di Kampung Cialay Bodas, Kecamatan Jampang Surade, Kabupaten Sukabumi. Yudi juga diketahui beralamat di Sukabumi.
Menurut Dedi, usai pembunuhan Dufi, Yudi melarikan diri ke arah Bantar Gebang. Karena merasa takut diikuti polisi, ia kemudian pindah ke daerah Cikidang, Sukabumi hingga akhirnya tertangkap polisi.
Dengan penangkapan Yudi, maka masih tersisa satu tersangka lain yang masih buron. Dedi menyebut tersangka keempat tersebut berperan menadah barang bukti mobil Toyota Innova milik Dufi. Mobil itu pula yang disebutkan digunakan untuk membawa dan membuang mayat Dufi.
Belum ada penjelasan pasti dari polisi terkait motif dari kasus pembunuhan itu. Sebelumnya, pihak Polda Metro hanya menyebut apabila Dufi yang diketahui mantan wartawan di sejumlah media nasional itu sudah saling kenal dengan dua tersangka pertama.
Baca Juga: Nama-nama ABK Kapal Multi Prima 1 yang Hilang di Selat Bali
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran
-
Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama
-
Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Komitmen Mengutamakan Kualitas Hidup Penduduk
-
Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi