Suara.com - Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dicecar 31 pertanyaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Deddy Mizwar diperiksa guna mendalami dugaan aliran dana suap terkait rencana revisi perubahan peraturan daerah tata ruang Kabupaten Bekasi, yang dinilai sebagai pintu masuk kongkalikong proyek Meikarta.
Dalam 31 pertanyaan itu, Deddy Mizwar juga ditanya soal nama orangtua. Deddy Mizwar pun mengklaim tak ingin penuh detail pertanyaan itu.
"Saya nggak hafal tapi seluruh pertanyaan 31 termasuk pertanyaan siapa nama orang tua saya," kata Deddy Mizwar usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).
Deddy Mizwar ditanyai seputar rekomendasi lahan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait proyek Meikarta. Selain itu, Deddy Mizwar juga ditanya terkait posisi dirinya yang pada tahun 2017 menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Jawa Barat yang memberikan rekomendasi lahan yang dapat digunakan proyek Meikarta seluas 84,6 hektare.
"(Ditanya soal) Meikarta, rapat-rapat DKPRD, rekomendasi, semuanya," imbuhnya.
Penyidik KPK telah memeriksa Deddy Mizwar selama kurang lebih 5 jam. Pemeriksaan berlangsung sejak pagi tadi sekitar pukul 10.15 WIB hingga pukul 15.10 WIB.
Deddy Mizwar menilai wajar bila dirinya dipanggil KPK guna mendalami terkait suap perizinan proyek Meikarta. Pasalnya, Deddy Mizwar mengaku sejak awal sudah mencurigai adanya permasalahan dalam rencana pembangunan proyek Meikarta.
Deddy Mizwar merasa ada yang tidak beres dalam masalah rencana pembangunan proyek Meikarta yang berada di kawasan strategis provinsi (KSP). Menurut Deddy Mizwar, proyek yang berada di KSP harus mendapat rekomendasi dari pemerintah provinsi yang menyangkut tata ruang.
Baca Juga: Kasus Meikarta, Deddy Mizwar : Wajar KPK Minta Keterangan Saya
Berita Terkait
-
OTT Bupati Cianjur, KPK Sita Uang Rp 1,5 Miliar
-
OTT Bupati Cianjur, KPK Juga Tangkap 5 Orang Lain Termasuk Kadisdik
-
KPK Tangkap Bupati Cianjur Terkait Dugaan Suap Dana Pendidikan
-
Prabowo Disebut Bakal Terbebani Utang Pemerintahan Jokowi Jika Terpilih
-
KPK Geledah Ruangan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi