Suara.com - Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui dukungan dan peran ulama sangat penting di Pilpres 2019. Dengan demikian, Jokowi menyambut baik dukungan yang diberikan ulama se-Madura.
Terkait target pemenangan di Madura, Jokowi tidak mau bicara secara gamblang. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta wartawan menunggu hasilnya setelah pencoblosan.
"Negara kita ini negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Dan peran ulama di negara ini sangat-sangat penting, terutama dalam menjaga karakter kesantunan," ujar Jokowi di Pendopo II Pemkab Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018).
"Akhlakul karimah, menjaga budi pekerti, sopan santun, saya kira tugas besar ulama. Plus menjaga ukhuwah islamiyah kita dan ukhuwah wathoniyah. Kalau ulama sudah memberikan statement seperti itu sangat bagus, sangat baik untuk negara, untuk pemerintah," Jokowi menambahkan.
Meski demikian, Jokowi yakin perolehan suaranya di Madura akan lebih baik dibandingkan dengan Pilpres 2014 lalu. Saat itu, Jokowi kalah telak dari pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.
Keyakinan Jokowi akan mendapat perolehan suara lebih tinggi karena melihat ekspresi masyarakat Madura saat bersalaman.
"Saya juga kalau salaman tadi saya rasakan, oh setrumnya sudah, oh ini ada setrumnya dari hati ke hati. Ya itulah yang kami baca gitu lah," kata Jokowi.
Lebih jauh Jokowi mengatakan, ia siap menghadiri acara deklarasi yang diberikan ulama untuk pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01.
"Saya diundang oleh ulama-ulama kemarin di Ponpes di Jombang. Sekarang diundang oleh ulama di Madura, ya saya datang silaturahmi ke ulama," jelas Jokowi.
Baca Juga: Singgung Bisnis Anak Jokowi, Yenny Wahid: Zaman Dulu Bisa Dapat Proyek
Lebih jauh Jokowi mengatakan, masyarakat Indonesia kekinian dinilai sudah lebih pintar untuk menentukan pilihannya.
"Ya nanti di lihat 17 April 2019 seperti apa (hasilnya). Rakyat kan sekarang sudah mempunyai kalkulasi, sudah cerdas, sudah matang dalam berdemokrasi dan politik," katanya.
Berita Terkait
-
Singgung Bisnis Anak Jokowi, Yenny Wahid: Zaman Dulu Bisa Dapat Proyek
-
Kyai dan Santri Jakarta Serukan NU Bersatu Dukung Jokowi - Maruf Amin
-
Survei: Beda dengan Ahok, Reuni 212 Tak Bisa Jadi Alat Musuhi Jokowi
-
Lima Hotel Mewah Ini Jadi Tempat Debat Capres - Cawapres Pilpres 2019
-
Kyai dan Santri di Jakarta Deklarasi Dukung Jokowi - Ma'ruf Amin
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi