Suara.com - Aliyah, warga Grogol Petamburan, Jakarta Barat diketahui meminjamkan KTP kepada sang bos untuk membeli mobil mewah Porsche tipe Cayman. Belakangan, pajak kendaraan bermotor mobil mewah itu menunggak Rp 28.290.000.
Tak hanya untuk membeli mobil mewah Porsche saja, KTP suami Aliyah yakni Andi Suherman juga dipinjam sang bos yang bernama Rendi untuk membeli mobil mewah lain merek Jaguar.
"Yang dipinjam dua, KTP saya sama istri. Kalau KTP saya untuk (mobil) Jaguar," kata Andi saat ditemui di kediamannya di Jalan Karya Barat IV, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (26/12/2018).
Andi yang bekerja sebagai satpam di kantor sang bos mengakui, bosnya memang banyak membantu keluarganya. Ia pun tak ragu lagi untuk meminjamkan KTP miliknya untuk mengambil kendaraan oleh sang bos.
Terlebih, sang bos juga mengutarakan keinginannya untuk meminjam KTP secara baik-baik. Sehingga, Andi tak menaruh pikiran buruk sedikitpun jika peminjaman KTP justru berakhir dengan penagihan pajak sebesar Rp 28.290.000.
"Dia (bos) pinjamnya baik-baik, nggak ada sembunyi-sembunyi. Kalau Jaguar sudah beres, nggak ada tunggakan pajak," ujar Andi.
Meski demikian, Andi enggan memperkarakan hal ini ke ranah hukum. Ia ingin menyelesaikan permasalahan yang ada secara kekeluargaan dengan sang bos.
"Nggak ke polisi. Diselesaikan kekeluargaan saja lebih enak. Saya sudah hubungi dia (bosnya)," ungkap Andi.
Sebelumnya, petugas Samsat Jakarta Barat mendatangi kediaman Andi pada Minggu (23/12/2018) untuk menagih PKB mobil Porsche tipe Cayman atas nama Aliyah. Namun, para petugas Samsat Jakarta Barat terkejut saat mendapati kediaman Aliyah hanyalah rumah semi permanen. Saat petugas hendak menemui Aliyah, Aliyah dan keluarga pun sedang tidak berada di rumah.
Baca Juga: Amien Rais Didesak Mundur, Begini Reaksi Petinggi PAN
Berita Terkait
-
Tak Mau Pamer Koleksi Mobil Mewah di Medsos, Pengusaha ini Tuai Pujian
-
Mobil Impor yang Dilelang KPK Ini Harga dan Speknya Bikin Melongo
-
Bikin Nyesek, Cewek Ini Ditipu Cowok Naik Porsche
-
Keren ! Kepolisian Dubai Kejar Penjahat Pakai Mobil Pintar
-
Mau Beli Iphone, Emas dan Barang Mewah dengan Harga Miring? Begini Caranya
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia