Suara.com - Pemerintah melalui Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan akan merelokasi para korban tsunami Selat Sunda di Kabupaten Pandeglang. Para korban itu akan ditempatkan di daerah yang tidak berpotensi terkena tsunami.
Atas rencana itu, Agus Gumiwang meminta agar Pemkab Pandeglang segera mencari dan menyiapkan lahan baru untuk relokasi korban tsunami di daerah itu.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi pengungsian tsunami di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat pada Rabu (26/12/2018) kemarin.
"Saya berharap ketika pemerintah membangun rumah yang baru, sudah ada lahan yang baru di tempat yang tidak memiliki potensi bencana yang disiapkan oleh Pemda," kata Agus seperti dikutip dari Bantenhits.com.
Menurut Agus, setelah penanganan tanggap darurat yang dilakukan pemerintah daerah selama 14 hari, selanjutnya tinggal pemerintah pusat menyiapkan rekontruksi yang menjadi kewenangan Kementerian PUPR.
Mensos meminta pemerintah daerah segera melakukan validasi rumah yang rusak parah. Agar segera dilakukan pembangunan.
“Pemerintah pusat dapat dari pemerintah daerah, kalau mereka cepat melakukan validasi maka akan cepat juga realisasinya,” tandasnya.
Berita Terkait
-
1,2 Ton Rendang Siap Dikirim Untuk Korban Tsunami Selat Sunda
-
Gunung Anak Krakatau Alami Kegempaan Tremor Menerus
-
Lokasi Tsunami dan Likuifaksi di Palu Berubah Jadi Magnet Wisatawan
-
Dihantam Tsunami, 2 Desa di Pesisir Lampung Rata
-
Cuaca Pandeglang Buruk, Tim SAR Kesulitan Cari Korban Tsunami Selat Sunda
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas
-
Patung Yesus 25 Meter Segera Berdiri di Perbatasan Papua
-
Bukan Massa Mahasiswa, 21 Orang Bawa Petasan dan Diduga Molotov Dipulangkan
-
3.055 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada
-
Tampang 3 WNA Diduga Tentara Israel Kasari Staff Gym di Bali, Pemilik: Kalian Pembunuh Bayi
-
Pelajar 15 Tahun di Serang Tewas Terlindas Truk Usai Gagal Menyalip dari Kiri
-
Cara Mudah Menghitung Volume Kubus: Rumus Lengkap dengan Contoh Soal
-
WIKA dan Waskita Terancam Delisting, Danantara Pasrah: Kasihan Investor
-
Dokumen dan Foto Keluarga Disita, Kejagung Respons Permohonan Pengembalian Barang Febrie Adriansyah
-
The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati