Suara.com - Bantuan logistik untuk korban puting beliung Cirebon, Jawa Barat mulai berdatangan. Puting beliung itu menerjang Desa Panguragan Kulon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Sumber bantuan korban puting beliung Cirebon diberikan dari pemerintah dan swasta. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon masih mendata jumlah korban.
"Bantuan untuk korban puting beliung Cirebon terus berdatangan ke posko, kami terus mendata," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra di Cirebon, Senin (31/12/2018).
Setelah kejadian tepatnya pada Minggu (30/12/2018) malah hari itu juga BPBD Kabupaten Cirebon juga langsung mendistribusikan makanan siap saji untuk para korban puting beliung Cirebon. BPBD dibantu Dinas Sosial dan juga tim gabungan membuka dapur umum untuk para korban bencana puting beliung Cirebon.
"Hari ini kita membuat dapur umum untuk menyediakan makanan bagi korban dan juga relawan," ujarnya.
Bantuan logistik yang diterima BPBD Kabupaten Cirebon di antaranya beras, minyak, mie instan dan beberapa bahan pokok yang dibutuhkan. Bantuan tersebut datang dari berbagai pihak, baik dari unsur pemerintah, swasta dan juga perorangan.
Sedangkan untuk data sementara, kata Dadang, jumlah korban puting beliung Cirebon luka-luka saat ini tercatat ada 26 orang dan satu balita meninggal dunia.
"Untuk data korban, kita masih lakukan asesmen. Nanti kita informasikan data yang sudah tepat," tuturnya. (Antara)
Baca Juga: Diterjang Angin Puting Beliung, 167 Rumah dan 1 Sekolah di Cirebon Rusak
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina