Suara.com - Presiden Jokowi sempat meluapkan amarah karena ada pihak yang meremehkan pengojek online. Hal itu membuat Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak memintanya untuk bersabar.
Dahnil sebenarnya enggan menanggapi amarah Jokowi tersebut. Namun, dirinya meminta Jokowi untuk bisa menahan amarahnya.
"Masak sih harus ditanggapi kemarahan presiden, marah kan biasa, marah-marah ya, supaya bersabar," kata Dahnil di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2018).
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, Capres nomor urut 2 Prabowo sempat mendapatkan protes keras lantaran pidatonya yang dinilai meremehkan pengojek online.
Namun, Dahnil mengakui tak ambil pusing kalau pernyataan Jokowi itu untuk menyindir Prabowo. Ia lantas mengklaim, pengojek online justru mendukung Prabowo.
"Ojol (ojek online) nya dukung Pak Prabowo.”
Untuk diketahui, Jokowi mengakui jengkel dan marah kalau ada yang meremehkan pengojek online. Hal ini dikatakan Jokowi dalam acara Silaturahmi Nasional Pengemudi Online di JIExpo kemayoran, Sabtu siang.
"Saya kadang-kadang marah dan jengkel kalau ada yang meremehkan pengemudi transportasi online," ujar Jokowi.
Menurut dia, pengojek online merupakan pekerjaan mulia, yang memberikan pendapatan serta mensejahterakan keluarga.
Baca Juga: Mobil Avanza Terbakar di Depan Balai Kartini, 4 Kali Meledak
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura