Suara.com - Maskapai penerbangan Lion Air tercatat sudah mengalami kecelakaan sebanyak 17 kali sejak tahun 2002 silam. Salah seorang WNI, Hermawanto, mengatakan maskapai Lion Air sudah terbukti melakukan banyak kelalaian yang berdampak fatal.
Hal itu yang membuat Hermawanto menggugat Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla lantaran dinilai tidak memberikan sanksi tegas kepada Lion Air. Padahal, kata dia, ratusan nyawa penumpang melayang, namun hingga kini tak ada upaya perbaikan yang dilakukan oleh maskapai Lion Air.
"Jadi Lion Air adalah salah satu perusahaan yang sangat buruk kinerjanya untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan ketertiban penerbangan di indonesia. Kami meminta pemerintah sebagai regulator bertindak tegas," kata Hermawanto saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2019).
Merujuk pada data yang diperoleh dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kecelakaan demi kecelakaan terus terjadi sejak Januari 2002 silam. Kecelakaan teranyar adalah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang di Perairan Karawang, Jawa Barat yang menewaskan 189 penumpang.
Tak hanya itu, penerbangan Lion Air juga kerap mengalami penundaan jadwal penerbangan atau delay yang cukup parah. Setidaknya 30 persen dari seluruh jadwal penerbangan yang ada mengalami delay.
"30 persen dari penerbangannya mengalami delay. Kita tidak ingin itu terus menerus terjadi," ungkap Hermawanto.
Oleh karena itu, Hermawanto dibantu Tim Advokasi Keamanan dan Keselamatan Penerbangan (TAKKP) menggugat Jokowi, Jusuf Kalla, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Dirjen Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 36/PDT.GBTH.PLW/2019/PNJKT.PST.
Mereka menuntut agar pemerintah dapat memberikan sanksi yang tegas terhadap Lion Air yang telah merusak citra penerbangan Indonesia.
Baca Juga: Seprai Hotel Diduga Jadi Pembungkus Mayat Perempuan dalam Tong
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak