Suara.com - Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menghimbau ke - 138 relawan yang diterjunkan ke daerah agar melayani pembuatan KTP elektronik atau e-KTP wilayah yang telah ditentukan. Bahkan orang dari luar wilayah yang telah ditentukan harus dilayani jika ingin membuat e-KTP.
Menurut Zudan pihaknya tidak boleh menutup kesempatan orang mendapatkan e-KTP. Hal itu dikatakan Zudan saat ditemui wartawan.
"Kalau nanti kita menemukan penduduk penduduk yang bersangkutan itu bukan orang wilayah setempat, jangan ditolak," ujarnya di kantor Dukcapil Kemendagri, Pasar Minggu, Jakarta Timur, Minggu (20/1/2019).
Menurutnya, memiliki e-KTP merupakan hak semua orang. Lembaganya sebagai pelayan masyarakat harus tetap memfasilitasi hal tersebut agar angka kepemilikan e-KTP makin meningkat.
"Karena ini betul - betul Dukcapil dengan standar yang sama bisa menjadi perekat NKRI. Orang dimanapun harus kita layani. Kalau ada kesulitan mohon saling berkomunikasi," jelasnya.
Untuk diketahui, relawan ini diterjunkan untuk mengejar target kepemilikan KTP elektronik di Indonesia saat ini. Pasalnya perekaman e-KTP di Seluruh Indonesia baru mencapai 97,21 persen.
"Hari ini ada 138 relawan yang akan kita berangkatkan menuju 86 titik layanan yang terbagi di 5 provinsi dan 26 kabupaten/ kota," bebernya.
Ke 138 relawan ini berasal dari lima kota yang tingkat kepemilikan e-KTP - nya sudah mencapai 95 persen. Dirinya pun berterimakasih kepada Pemperintah Provinis setempat yang mau mengirimkan tim relawanya.
"Terima kasih kepada bapak gubernur Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY dan Kalimantan Selatan yang sudah mengirimkan relawannya untuk berangkat," terangnya.
Baca Juga: Orang Gila Tampar Petugas Disdukcapil saat Pendataan buat e-KTP
Nantinya para relawan akan diterjunkan ke wilayah Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Maluku dan Maluku Utara. Kelima daerah ini merupakan wilayah dengan kawasan kepimilikan e-KTP di bawah 85 persen.
"Provinsi Sulawesi Barat yang baru terekam mencapai 77,8 persen, Maluku 79,95 persen, Maluku Utara 79,44 persen, Papua Barat itu 64,18 persen dan Papua 37,98 persen," lanjut Zudan.
Tiap titik layanan nantinya akan ditempati oleh 4 relawan yang akan melayana pembuatan e-KTP. Keempat relawan tiap titik sudah dibekali peralatan lengkap untuk menunjang pembuatan e-KTP dengan cepat. Sehingga semuga warga yang ingin membuat e-KTP dari yang berumur 17 tahun atau yang sudah pernah menikah bisa terfasilitasi dengan baik.
"Hasil evaluasi kita 60-70 persen perekaman sudah bisa dicetak 30 menit hingga satu jam. Jadi Saya minta tim yang sudah bisa dicetak langsung di cetak dan dibagikan," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah