Suara.com - Pemerintah China berhasil menyelamatkan aset negara senilai 10,5 miliar RMB atau sekitar Rp 22,05 triliun (1 RMB = Rp 2.100) dari tangan koruptor dan penerima suap sejak 2014.
Selama 2018, sebanyak 1.335 pelaku korupsi dan penerima suap telah kembali ke China dari persembunyiannya di berbagai negara, menurut laporan yang dirangkum dari sejumlah media resmi setempat seperti dikutip dari Antara.
Pada bulan Juni tahun lalu saja, China telah mengeluarkan daftar 50 pejabat korupsi dan pelaku kejahatan ekonomi. Dari jumlah itu, sebanyak enam di antaranya telah menyerahkan diri ke China hingga 15 Januari 2019.
Mantan pejabat Dinas Sumber Daya Manusia dan Keamanan Sosial Pemerintah Provinsi Jilin, Pei Zhanrong, Senin, juga secara sukarela pulang ke kampung halamannya setelah melarikan diri ke luar negeri selama hampir dua tahun.
Perempuan berusia 65 tahun yang pernah mengepalai Divisi Penempatan Pejabat Militer dan Deputi Pengawas Dinas SDM dan Keamanan Sosial Pemprov Jilin itu melarikan diri ke luar negeri setelah diduga menerima suap pada Maret 2017.
Pada Juni 2017, Kejaksaan Tinggi Jilin melakukan penyelidikan terhadap Pei sebelum namanya dimasukkan dalam daftar pencarian orang, demikian bunyi pernyataan Komisi Pusat Pengawasan Disiplin (CCDI) Partai Komunis China.
Pei bersikap kooperatif dan bersedia mengembalikan uang yang diduga didapat dengan cara ilegal.
Pada tahun lalu, China telah menandatangani kesepakatan bersama (MoU) kerja sama penindakan korupsi dengan 50 negara. Pada tahun ini kesepakatan dicapai dengan enam negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau