Suara.com - Penyelidikan pembunuhan terhadap jurnalis senior Jamal Khashoggi terus bergulir. Terkini, seorang pejabat PBB yang menginvestigasi pembunuhan wartawan asal Arab Saudi itu mengadakan pertemuan tertutup di Istanbul pada Rabu (30/1/2019) bersama dengan para pejabat, wartawan, dan LSM.
Agnes Callamard, pelapor khusus PBB untuk eksekusi di luar proses hukum memimpin tim ahli dalam penyelidikan internasional pembunuhan Jamal Khashoggi.
Dilansir dari Kantor Berita Anadolu, Ferhat Unlu, jurnalis dan penulis buku "Rahasia Kelam Pembunuhan Jamal Khashoggi", mengatakan, bahwa PBB mempertanyakan proses penyelidikan hingga hari ini.
PBB menanyai jaksa, polisi dan intelijen terkait pembunuhan itu.
"Mereka mengajukan pertanyaan yang sangat spesifik dan kami menjawab sebanyak yang kami bisa," ujar Unlu.
Agnes Callamard dilaporkan akan berada di Turki hingga Sabtu.
Khashoggi, seorang kontributor The Washington Post, dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah mengeluarkan sejumlah penjelasan yang kontradiktif, Riyadh mengakui bahwa dia terbunuh di dalam gedung konsulat.
Turki telah mengupayakan ekstradisi orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan itu dari Arab Saudi.
Baca Juga: Amerika Serikat Membeku, Suhu Lebih Dingin dari Antartika
Berita Terkait
-
Puluhan Anak-anak Tewas di Kamp Suriah Akibat Cuaca Ekstrem
-
Dilanda Krisis, 5.000 Orang Tinggalkan Venezuela Setiap Hari
-
Imbas Polemik Benny Wenda, Indonesia Layangkan Nota Protes ke Vanuatu
-
Dukung Jokowi-Maruf, TKN Pastikan PBB Dapat Porsi Sama
-
Partai Gerindra: Yusril Sudah Nyicil buat Masuk ke Lingkaran Jokowi
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
Menlu Ikut Hadir di Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam, Beri Penjelasan RI Gabung BoP
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Ulang Paulus Tannos, Buronan e-KTP yang Nekat Ganti Identitas
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini
-
Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku