Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi merasa kerap dicaci maki, direndahkan, dan difitnah selama menjadi pemimpin negara. Ia menyebut kerap mendapat serangan terkait isu anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), anti ulama, hingga kriminalisasi terhadap ulama selama empat tahun.
Hal ini disampaikan Jokowi saat mengunjungi Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang - Karangmangu, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).
"Saya sudah empat tahun, entah direndahkan entah dimaki entah dihina entah difitnah saya diam saja, sabar Ya Allah. Tetapi kadang-kadang perlu jawab. Masa empat tahun dibilang PKI diam, ya saya jawab. Dibilang anti ulama masa saya diam, ya saya jawab sekarang. Dibilang kriminalisasi ulama ya saya jawab sekarang," ujar Jokowi saat memberikan sambutan.
Di hadapan pendiri Ponpes Al Anwar Maimoen Zubair, Jokowi merasa heran difitnah anti terhadap ulama. Sebab dirinya kerap mendatangi pondok pesantren dan memiliki kedekatan dengan ulama.
Bahkan kata Jokowi dirinya menandatangani Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.
"Mengenai anti ulama, saya setiap minggu masuk Ponpes dengan ulama yang tandatangan Hari Santri 22 Oktober itu siapa? Masa anti ulama tandatangan hari santri? logika harus kita pakai," kata dia.
Jokowi kemudian meminta masyarakat menggunakan logikanya dalam menerima isu di media sosial, khususnya menjelang Pemilu 2019.
Ia juga mengutip pernyataan komedian Cak Lontong agar masyarakat menggunakan akal sehatnya.
"Kalau Cak Lontong bilang mikir, mikir mikir, ya kan. Logika nggak? logika gampang saya jawab enteng meski saya empat tahun diem, bukan marah loh, jawab," ucap Jokowi.
Baca Juga: Disebut Menteri Pencetak Utang, Sri Mulyani Kirim Puisi di Facebook
Selanjutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga heran tuduhan pemerintah mengkriminalisasi ulama. Menurutnya, aparat penegak hukum tidak akan memenjarakan seseorang jika tak memiliki kasus hukum yang sudah diputuskan di pengadilan.
"Kemudian krminalisasi ulama, ulama mana yang dikriminalisasikan? Jadi kriminalisasi nggak ada kasus hukum, kemudian dimasukkan ke sel itu kriminalisasi. Kalau ada kasus hukum, ada yang melaporkan aparat melakukan penyidikan-penyidikkan kemudian dibawah ke yudikatif, pengadilan, yang memutuskan dipengadilan. Kalau nggak ada salah pasti bebas," tandasnya.
Berita Terkait
-
Dukung Jokowi - Ma'ruf, Ahokers Buat Acara untuk Gaet Pemilih Muda
-
Jokowi: Saya Tak Ingin Dengar Lagi Ada Sengketa Tanah Wakaf
-
Jokowi Telepon Menteri PUPR Minta Benteng Van Den Bosch Dipercantik
-
Pengangkatan Liliyana Natsir sebagai PNS Serentak dengan Atlet Lain
-
Tinjau Program Mekaar, Jokowi dan Iriana Borong Jajanan untuk Jan Ethes
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius