Suara.com - Menyusul rilis data terkait gempa Padang pada Sabtu (2/2/2019) sore, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga merilis peringatan dini cuaca di kawasan Sumatera Barat (Sumbar).
Sebelumnya, BMKG mencatat dan merilis adanya aktivitas gempa setidaknya tiga kali pada Sabtu sore ini, di kawasan Sumbar. Ketiga gempa tersebut tercatat berpusat di tenggara Kepulauan Mentawai.
Gempa pertama dilaporkan terjadi pada pukul 16.27 WIB, dengan magnitude 6, berpusat di laut berjarak 117 km tenggara Kepulauan Mentawai. Pusat gempa disebut berada di kedalaman 17 km, yang dirasakan mulai dari wilayah Padang, Pariaman, Painan, Padang Panjang, hingga Solok, selain di Kepulauan Mentawai sendiri.
Sementara, gempa kedua pada sore hari ini yang dilaporkan menyusul terjadi sekitar 31 menit kemudian, juga disebut berpusat di kawasan tenggara Kepulauan Mentawai.
"#Gempa Mag:5.2, 02-Feb-19 16:58:12 WIB, Lok:2.88 LS,99.96 BT (105 km Tenggara KEP-MENTAWAI-SUMBAR), Kedalaman:24 Km, tidak berpotensi tsunami #BMKG," tulis pihak BMKG melalui akun Twitter @infoBMKG.
Terbaru adalah data adanya gempa lagi pada pukul 17.59, juga dengan magnitude 6, yang berpusat di 121 km arah tenggara Kepulauan Mentawai.
"#Gempa Mag:6.0, 02-Feb-19 17:59:28 WIB, Lok:3.06 LS,99.88 BT (121 km Tenggara KEP-MENTAWAI-SUMBAR), Kedalaman:18 Km, tidak berpotensi tsunami #BMKG," cuit akun Twitter BMKG pula.
Akan halnya untuk peringatan dini cuaca, pihak BMKG menginformasikan bahwa masih terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai petir/kilat dan angin kencang, di beberapa wilayah Sumatera Barat. Adapun daerah terdampak disebut antara lain mulai dari wilayah Kepulauan Mentawai (Siberut), Pasaman Barat, sebagian Agam, Padang Pariaman, dan dapat meluas ke wilayah Padang Panjang dan sekitarnya.
Dalam update peringatan dini yang dirilis pukul 17.00 WIB itu, kondisi cuaca tersebut diprakirakan masih akan berlangsung hingga pukul 20.00 WIB.
Baca Juga: BPN: Jokowi Terlihat Khusyuk Saat Mbah Moen Doakan Prabowo
Berita Terkait
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 164 Orang, Terdengar Jeritan dari Reruntuhan
-
Negara Eropa Bersatu untuk Venezuela, Kirim Banyak Bantuan Termasuk Pesawat Angkut A400M
-
Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!