Suara.com - Sebanyak 48 pejabat dari berbagai tingkatan di China dipecat dan dituntut bertanggung jawab secara hukum terkait skandal vaksin yang melibatkan perusahaan farmasi Changchun Changsheng Life Sciences Limited.
Komisi Pusat Inspeksi Disiplin Partai Komunis China (CCDI) dan Komisi Penyelia Nasional (NSC) di Beijing, Sabtu (2/2/2019), mengumumkan investigasi lebih lanjut atas kasus itu.
Wakil Kepala Lembaga Obat-obatan dan Pangan China (CFDA) yang dinonaktifkan lebih dulu, Wu Zhen, dipecat dari PKC dan dihadapkan kepada pihak kejaksaan atas dugaan melakukan tindak kejahatan.
Wu merupakan salah satu dari enam pejabat yang dipecat dan diminta mengundurkan diri setelah adanya investigasi oleh CCDI dan NSC, yang tugasnya mirip dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia itu.
Sementara 42 pejabat lainnya yang bekerja di CFDA, Lembaga Produk Medis Nasional, beberapa instansi di Pemerintah Provinsi Jilin, Pemerintah Kota Changchun, dan Kawasan Pengembangan Industri Teknologi Mutakhir Changchun juga dibawa ke tingkat penuntutan.
Dari 42 pejabat tersebut, tiga tersangka yang memegang jabatan pada Dinas Obat-obatan Provinsi Jilin diberhentikan dari kepengurusan PKC setempat dan dibawa ke penuntutan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, demikian dilaporkan portal berita Sina.
Sebelumnya, Kepolisian Changchun menangkap 18 pelaku pemalsuan vaksin rabies, termasuk seorang pimpinan perempuan bermarga Gao, pada 29 Juli 2018 atas skandal vaksin yang menimbulkan jatuhnya korban jiwa.
Changchun Changsheng juga diwajibkan membayar denda senilai 9,1 miliar RMB (Rp20,02 triliun) dan kompensasi kepada para korban atas skandal keamanan vaksin yang diproduksinya.
Sumber: Antara
Baca Juga: Modus Baru Prostitusi Online, Siswi SMA Jadi Model Live Show Mesum
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
Optimalkan Rp500 Triliun, Prabowo Segera Resmikan Lembaga Pengelolaan Dana Umat
-
Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!
-
Ditjenpas Pindahkan 241 Napi High Risk ke Nusakambangan, Total Tembus 2.189 Orang!