Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana melakukan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un di Vietnam pada 27-28 Februari. Menurut laporan Politico yang dikutip Reuters, Selasa (5/2/2019).
Trump mengungkapkan, tanggal itu saat bertemu dengan beberapa pemandu acara TV, demikian laporan media itu. Trump diperkirakan akan mengumumkan rincian pertemuannya dengan Kim itu dalam pidato tahunan State of the Union di Kongres pada Selasa malam waktu setempat
Hanya saja, masih belum diketahui di kota mana pembicaraan tersebut akan digelar.
Trump sebelumnya bertemu dengan Kim pada 12 Juni di Singapura dan bersemangat untuk menggelar pertemuan puncak kedua meskipun tidak ada kemajuan berarti dalam mendesak Korut untuk menghentikan program senjata nuklirnya, yang mengancam AS.
Negara komunis Vietnam, yang memiliki hubungan baik dengan AS dan Korut, kerap disebut-sebut sebagai tuan rumah pertemuan itu.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengunjungi Vietnam pada Juli tahun lalu dan meminta Korut untuk mencontoh langkah negara Asia Tenggara itu.
Pompeo mengatakan bahwa Trump meyakini Pyongyang dapat mengikuti langkah Hanoi untuk menjalin hubungan yang baik dengan Washington dan meraih kemakmuran setelah mengakhiri perang dengan AS.
Perwakilan Khusus AS untuk Korut Stephen Biegun dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan Pyongyang pada pekan ini untuk memetakan hal yang menurutnya menjadi "landasan kuat" untuk pertemuan puncak kedua.
Baca Juga: Mantan Presiden Kosta Rika Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual
Berita Terkait
-
Lebih dari Setengah Waktu Kerja Donald Trump Diisi dengan Bersantai
-
Viral, Begini Keseruan Frozen Pants Challenge
-
Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Menguat di Kisaran Rp 13.850 Per Dolar AS
-
Bahas Minoritas Myanmar, Konferensi Rohingya Bakal Digelar di New York
-
Presiden Trump Siap Akhiri Konflik AS dengan Korea Utara
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka