Suara.com - Mengawali tahun 2019, Direktorat Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP melaksanakan rapat teknis (ratek) Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (12/2/2019).
Dalam ratek ini, juga dilaksanakan workshop pendaftaran peserta asuransi pertanian dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP). Terhitung sebanyak 1.500 hektare lahan pertanian telah terdaftar asuransi melalui aplikasi berbasis daring tersebut.
Ratek dibuka oleh Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP, Sri Kuntarsih didampingi Kasubdit Pemberdayaan Permodalan dan Asuransi Pertanian, serta Wakil Kepala Dinas Pertanian Provinsi DIY dan tim IT Jasindo pusat. Pertemuan juga dihadiri oleh perwakilan 11 provinsi wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
Dalam sambutannya, Direktur Pembiayaan Pertanian, Sri Kuntarsih mengutarakan pentingnya penggunaan teknologi dalam kemajuan pertanian di Indonesia. Salah satunya adalah pendaftaran peserta asuransi menggunakan aplikasi berbasis online dalam rangka tertib administrasi serta keterbukaan informasi.
"Dengan teknologi ini, semua proses administrasi semakin cepat dan mudah. Sehingga asuransi pertanian makin diminati petani," ujar Sri.
Para kesempat tersebut, peserta workshop secara langsung menginput data peserta asuransi. Tercatat, telah terdaftar 1.500 hektare siap untuk diterbitkan polisnya.
"Diharapkan hadirnya sistem aplikasi pendaftaran peserta asuransi menggunakan teknologi informasi ini dapat segera diterapkan oleh seluruh pemangku kepentingan. Seperti para petugas dinas kabupaten/kota serta penyuluh," kata Sri.
Ia menambahkan, SIAP menjadi salah satu jawaban keluhan para dinas pertanian di seluruh Indonesia dan beberapa pihak lainnya mengenai penyajian data atau pendaftaran asuransi tani.
"Beberapa catatan audit itu tidak boleh berulang. Baik administrasi maupun manajerial, bahkan sampai menimbulkan kerugian negara. Khusus asuransi pertanian aplikasi SIAP ini dapat mengatasi permasalahan tersebut," ujar Sri.
Baca Juga: Kementan Komitmen Bayar Utang Pupuk Bersubsidi
Adanya aplikasi SIAP ini tentunya dapat menyempurnakan penyajian data, memudahkan pendaftaran petani, bahkan mengatasi masalah kurangnya tenaga dari Jasindo yang sempat menjadi keluhan di berbagai daerah.
"Penggunaan aplikasi ini sudah diujicoba oleh beberapa penyuluh pertanian lapang dan aplikasi SIAP ini mudah dipelajari. Sehingga penyuluh bisa dengan cepat mengerti dan mengaplikasikannya," tambahnya.
Selain itu, adanya aplikasi ini pencatatan dokumen tidak perlu menggunakan kertas atau paperless sehingga blanko dokumen tidak akan tercecer.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend