Suara.com - Sebanyak 2981 personel gabungan bakal dikerahkan untuk mengamankan jalannya debat kedua Pemilihan Presiden 2019 yang akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019) besok. Puluhan ribu personel gabungan yang disiapkan itu terdiri dari TNI-Polri dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Argo Yuwono menjelaskan pengamanan dari personel gabungan setelah Komisi Pemilihan Umum melayangkan surat permintaaan pengamanan terkait debat yang akan menghadirkan capres petahana Joko Widodo dan pesaingnya, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.
"Dasarnya adalah surat dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang akan melaksanakan debat capres-cawapres putaran kedua yang akan dilaksanakan pada hari Minggu besok di Hotel Sultan," kata Argo saat dikonfirmasi, Sabtu (16/2/2019).
Argo pun mengungkapkan bahwa personel gabungan tersebut nantinya akan ada yang menggunakan seragam dan juga ada yang mengenakan pakaian bebas. Selain pengamanan di sekitar area debat, personel gabungan tersebut juga dikerahkan untuk mengatur lalu lintas agar debat Pilpres 2019 itu tak menggangggu masyarakat lain yang beraktivitas di jalan raya.
"Yang masuk ke hotel lancar atau tidak. Ditlantas akan mengatur. Ada yang kami siapkan lokasi debat paslon 01 dan 02. Ada tamu undangan VIP di sana. Kami amankan tempat-tempat parkir yang kami siapkan," kata dia.
Diketahui, acara debat kedua khusus calon presiden itu bertema Energi dan Pangan, Sumber Daya dan Lingkungan Hidup dan Infrastruktur. Moderator dalam debat tyang akan disiarkan secara langsung di beberapa stasiun televisi itu adalah Tommy Tjokro dan Annisa Dasuki.
Berita Terkait
-
Debat Pilpres Kedua, Apa Jokowi dan Prabowo Berpihak ke Ketahanan Energi?
-
Jokowi dan Prabowo Akan Banyak Berinteraksi di Debat Pilpres 2019 Kedua
-
BNPB Usul Isu Bencana Diperdebatkan Jokowi - Prabowo di Debat Pilpres 2019
-
Perayaan Imlek, 5.263 Personel TNI-Polri Jaga Ketat Vihara di Jakarta
-
KPU Tentukan Moderator Debat Capres Sesi Kedua Hari Ini
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas