Suara.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno membantah kalau Capres nomor urut 02 Prabowo tidak paham dengan istilah ‘unicorn’ yang ditanyakan Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) saat debat kedua Pilpres 2019. Mereka menganggap Jokowi tidak bisa menyampaikan kata ‘unicorn’ secara baik sehingga Prabowo harus memastikannya kembali.
Hal itu disampaikan oleh Juru Debat BPN Prabowo – Sandiaga, Ahmad Riza Patria. Riza menegaskan kalau Prabowo sangat menguasai betul tiga bahasa asing, yakni bahasa Inggris, bahasa Jerman hingga bahasa Prancis.
“Jadi Pak Prabowo ingin memastikan ini Pak Jokowi nyebut-nyebut unicorn nih apa? Kita tahu, mohon maaf ya , Pak Jokowi kan bahasa Inggrisnya masih blepotan,” kata Jokowi di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (18/2/2019).
“Jadi kita ingin memastikan ini unicorn pakai R apa unicorn tanpa R, itu kan ditanya, ‘online, online itu’?,” sambungnya.
Pertanyaan Prabowo saat debat sempat membuat heboh para pengguna media sosial. Tak sedikit masyarakat yang kemudian membuat pertanyaan itu menjadi lelucon berbentuk meme di media sosial.
Menanggapi hal itu, Riza menegaskan bahwa maksud pertanyaan Prabowo tersebut justru memberitahu secara tidak langsung kepada Jokowi untuk tidak menggunakan bahasa Inggris yang rumit dan tidak dipahami masyarakat awam.
“Ngerti nggak Pak Jokowi Apa itu unicorn? itu kan apa binatang fiktif itu. Itu kan menjelaskan satu perusahaan, satu usaha yang sekarang berkembang,” ujarnya.
“Nggak usah pakai Inggris-Inggrisan, dia sendiri yang berusaha tidak pakai Inggris Inggris, tapi Pak Jokowi malah pakai Inggris Inggris,” Riza menambahkan.
Baca Juga: Fadli Zon Akhirnya Minta Maaf ke Mbah Moen soal Puisi Doa yang Ditukar
Berita Terkait
-
Usai Debat, Ada Perang @JokowiBohongLagi versus #02GagapUnicorn
-
Prabowo Dituding Tak Paham Unicorn, Kubu Jokowi: Sudah Berumur
-
Greenpeace Ungkap Oligarkis Penguasa Tambang di Barisan Jokowi dan Prabowo
-
Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu, Dinilai Memfitnah Prabowo soal Lahan
-
Timses Prabowo: Kami Tidak Menuduh Jokowi Gunakan Earpiece Saat Debat
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless