Suara.com - Dua mantan menteri Kabinet Indonesia Kerja menunjukkan kesalahan data yang disampaikan Capres nomor urut 02 Jokowi dalam debat kedua Pemilihan Presiden 2019, Minggu (17/2) malam.
Kedua eks menteri Jokowi itu ialah Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan. Salah satu yang disoroti keduanya ialah, kesalahan data Jokowi saat menyebut tidak ada konflik agraria selama kepemimpinannya.
Sudirman Said menunjukkan hal tersebut berdasarkan pemberitaan sejumlah klipingan media massa. Dirinya menunjukkan salah satu artikel media online berjudul “Konflik Agraria di Era Jokowi, 41 orang tewas, 564 dianiaya.”
“Ketika Pak Jokowi mengatakan selama sekian tahun tidak ada konflik agraria, saya langsung ingat, ada berita ini (sambil menunjukkan kliping),” kata Sudirman Said di Prabowo – Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019).
Dalam kliping tersebut tertera sejumlah fakta yang mematahkan data Jokowi, seperti data kebakaran lahan hutan yang diklaim Jokowi tidak terjadi dalam tiga tahun masa kepemimpinannya, hingga soal jumlah produksi kelapa sawit di Indonesia.
Said menerangkan, BPN tidak akan menyerang dengan data yang kemudian dianggap salah oleh sejumlah pihak termasuk oleh media massa. Ia menilai, Jokowi justru akan diserang media massa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM