Suara.com - Muklis Sulis (46) maling pembobol rumah warga yang beraksi di wilayah Blitar dan sekitarnya punya ritual khusus saat melancarkan aksinya. Saat melakukan aksi pencurian di malam hari, Muklis tak pernah mengenakan busana, kecuali kancut dan seutas kain mori (kain kafan) yang diikatkan di pinggangnya.
Bagi kebanyakan masyarakat Jawa, aksi pria asal Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang ini dikaitkan dengan ilmu menghilang sehingga aksinya tidak diketahui korban. Namun, ritual penggunan kancut dan kain kafan tak selama ampuh, nyatanya polisi akhirnya meringkus Muklis bersama rekannya Hendrik (30) di sebuah rumah kontrakan.
Dalam aksi pencurian, Hendrik bertugas berjaga di luar rumah yang dibobol untuk kemudian membawa kabur Muklis dan hasil curiannya.
"Setiap menjalankan aksinya, tersangka M ini hanya memakai celana dalam. Katanya biar tidak mudah diketahui pemilik rumah," ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar kepada wartawan, Selasa (19/2).
Sepak terjang Muklis dan Hendrik menjadi perhatian polisi setelah muncul banyaknya kejadian laporan pencurian dari masyarakat. Dari pencurian di sebuah apotek di Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar awal Februari, polisi mengetahui aksi telanjang Muklis melalui rekaman CCTV yang ada di apotek tersebut.
Tidak butuh waktu terlalu lama, pekan lalu Muklis dan Hendrik pun berhasil ditangkap jajaran Polres Blitar Kota beserta barang bukti berupa linggis, kain mori, golok, alat hisap sabu dan beberapa hasil curian termasuk sebuah komputer jinjing.
Namun Muklis sendiri terkesan menutupi perihal kaitan perilakunya dalam mencuri dengan ilmu ghaib. "Biar tidak berisik dan tidak membangunkan yang tidur," ujarnya singkat saat ditanya kenapa hanya memakai celana dalam saat beraksi.
Begitu juga saat ditanya apakah kain kafan yang diikatkan di pinggangnya berkaitan dengan ilmu ghaib, Muklis mengaku tidak ada kaitannya dan kain itu digunakan untuk menyelipkan golok.
Kontributor : Asip Agus Hasani
Baca Juga: Kenang Hari Lahir Raffi Ahmad, Amy Qanita: Kamu Itu Segede Botol Kecap
Berita Terkait
-
Dari Imbalan Uang Rp 20 Juta, Pembunuh Pensiunan TNI Terancam Hukuman Mati
-
Dibunuh karena Tagih Utang, Jasad Pensiunan TNI AL Dikubur di Septic Tank
-
Modal Foto di Hotel, Wartawan Abal-abal Peras PNS Hingga Puluhan Juta
-
Kejadian Lagi: Tak Sudi Ditilang, Pukul Polisi, Akhirnya Diborgol !
-
Janji Dinikahi, Amiatul Disetubuhi dan Uang Diperas Teman FB Jutaan Rupiah
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena
-
Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor
-
Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh
-
Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena