Suara.com - Bawaslu DKI Jakarta tengah mengumpulkan sejumlah bukti hasil pengawasan terhadap kegiatan doa bersama Munajat 212 yang berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2019) malam. Hal itu guna menulusuri ada atau tidak dugaan pelangggaran kampannye.
Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu DKI, Burhanuddin mengatakan pihaknya belum bisa memutuskan ada atau tidak unsur pelanggaran kampanye di acara Munajat 212. Sebab anggota Pengawas Pemilu (Panwaslu) masih mengumpulkan barang bukti.
"Masih mengumpulkam bukti-bukti semua terkait pengawasan. Apakah ada pidato yang mengarah ke kampanye misalnya, atau adakah atribut kampanye dan sebagainya itu masih saya kumpulin," ujar Burhanuddin saat dihubungi, Jumat (22/2/2019).
Setelah barang bukti tersebut terkumpul, Burhanuddin mengatakan pihaknya akan langsung melakukan kajian untuk mengetahui ada atau tidak unsur pelanggaran kampanyenya. Adapun, masa pengkajian tersebut akan dilakukan selama tujuh hari.
"Kita punya waktu tujuh hari untuk menilai itu, konfirmasi, dan sebagainya. Kalau penanganan temuan, kalau masih butuh bukti kami masih punya waktu tujuh hari," ucapnya.
Burhanuddin meminta masyarakat yang memiliki bukti dugaan pelanggaran kampanye di malam Munajat 212 untuk melapor ke Bawaslu.
"Tapi kalau ada masyarakat yang ada bukti dan sebagainya silakan laporkan ke Bawaslu DKI," kata dia.
Sebelumnya Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI melakukan tindakan terkait adanya dugaan pelanggaran kampanye di acara 'Munajat 212'.
"Bawaslu harus bertindak sesuai dengan kewenangannya. Tak harus menunggu laporan. Terlalu kentara bahwa acara itu berbau politik dengan yel-yel seperti kampanye," tutur Ace.
Baca Juga: Terungkap! Ini 3 Model Gerakan Gagalkan Pilpres 2019
Berita Terkait
-
Jurnalis Kena Intimidasi, Eks Pengacara Rizieq Desak FPI Segera Minta Maaf
-
Jurnalis Dapat Intimidasi di Munajat 212, Ma'ruf Amin: Itu Tidak Baik
-
Dinilai Lumrah, BPN Samakan Pose 2 Jari Fadli Zon dengan Teriakan Bobotoh
-
Timses Jokowi Minta Bawaslu Panggil Tokoh Politik yang Hadir di Munajat 212
-
Maruf Amin: Munajat 212 Beda dengan Aksi Bela Islam 212
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat