Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menunjukkan hasil survei internal Partai Demokrat mengenai gerakan Ganti Presiden 2019. Dari hasil survei yang dilakukan, 41,1 persen orang mengakui setuju agar presiden bisa berganti pada 2019.
Hasil survei internal itu dibeberkan oleh Andi melalui akun Twitter miliknya @andiarief__. Meski angka persentase orang yang menyetujui ganti presiden kecil, angka persentase tak beda jauh dengan jumlah pemilih yang tidak setuju ganti presiden sebesar 42,6 persen.
"Survei internal Partai Demokrat 30 Januari-15 Februari cukup mengejutkan: 41 persen setuju ganti presiden, 42 persen tidak setuju, 16 persen belum menjawab,” kata Andi melalui cuitan di Twitter seperti di kutip Suara.com, Sabtu (23/2/2019).
Meski demikian, Andi tidak menjelaskan metode survei yang digunakan dan sasaran dalam survei internal yang dilakukan oleh Partai Demokrat itu.
Menyertai unggahannya, Andi Arief pun menampilkan foto grafik hasil survei. Dalam grafik itu tampak persentase antara orang yang setuju dengan Gerakan Ganti Presiden 2019 dan tidak setuju sangat berbeda tipis. Jumlah persentase swing voters atau orang yang belum menentukan pilihan pun ternyata cukup tinggi pula.
Andi pun merasa fenomena ini cukup menarik. Ia lantas menyamakan dengan Pilkada Jakarta 2017 lalu. Saat itu petahana Ahok-Djarot hanya memperoleh suara sekitar 42 persen.
"Apakah Pilkada Jakarta akan terulang dimana petahana hanya akan mendapat 42-43 persen? Cukup menarik ini," ungkap Andi.
Berita Terkait
-
Ricuh di Debat Capres, Luhut Jelaskan Alasan Ferdinand Cium Tangannya
-
Demokrat Menilai Jokowi dan Prabowo Sama-sama Gagal di Debat
-
Beredar Video Bentrok di Arena Debat, Gara-gara Jokowi Ungkap Lahan Prabowo
-
Para Ahli Filsafat Sangkal Tuduhan Andi Arief Soal Pembusukan Rocky Gerung
-
Andi Arief: Jokowi Kirim Dokter Kepresidenan untuk Rawat Ani Yudhoyono
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau