Suara.com - Polisi telah meringkus IS, guru olahraga terkait kasus pelecehan seksual terhadap puluhan murid SDN di kawasan Kauman, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Aksi pencabulan itu dilakukan IS saat puluhan pelajar sedang berganti pakaian setelah menjalani mata pelajaran olahraga.
Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, kepada penyidik, IS mengakui perbuatannya. Komang menyebut IS kooperatif saat diperiksa oleh penyidik Polres Malang Kota.
"Modusnya saat jam olahraga pada saat proses ganti baju, pelaku ada dugaan melakukan pencabulan itu,” kata Komang, Selasa, (26/2/2019) kemarin.
Selain pengakuan pelaku, polisi diperkuat dari hasil visum oleh tim medis. Bukti-bukti itu bakal digunakan polisi untuk menjerat IS sebagai tersangka. Sejauh ini, baru dua wali murid sebagai pelapor. Ia mempersilakan wali murid lainnya untuk melaporkan jika putrinya merasa menjadi korban pelecehan seksual.
“Pelapor sejauh ini sudah ada 2 dari wali murid. Hasil visum sudah keluar ya tidak bisa saya jabarkan karena ini berkaitan dengan hasil medis. Cuma ada hasil yang bisa menjerat pelaku karena visum ini alat bukti,” terangnya seperti dikutip dari Beritajatim.com
Sementara itu, Komang menegaskan tidak ada intervensi dari pihak manapun dalam pengungkapan kasus pelecehan seksual ini. Menurutnya, lamanya proses penyidikan karena ada tahapan yang harus dilalui oleh penyidik Polres Malang Kota.
“Secara garis besar tidak ada kendala, kenapa berminggu-minggu karena ada proses yang harus dilewati. Akibat perbuatannya, IS terancam dijerat dengan Pasal 82 Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak,” tandasnya.
Sumber: Beritajatim.com
Baca Juga: Siaran Tanpa Busana, Wanita Penipu Berakhir Ditangkap Polisi
Berita Terkait
-
Sakit Jiwa, Pembunuh Istri dan Balita Berlagak Mirip Artis Irwansyah di Sel
-
Bawaslu Nilai Ada Kejanggalan Terkait Penghentian Kasus Slamet Maarif
-
Diancam Mau Dibunuh, Ros Nekat Gorok Leher Suami Saat Tidur
-
Ida Tewas di Kebun Jagung, Polisi 5 Hari Buru Pembunuhnya ke Sleman
-
Kepergok Rusak Musala, Ari Guling-gulingan di Aspal Sebelum Diikat Warga
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Sajikan Kelapa Utuh dalam Menu MBG, BGN Hentikan 9 SPPG di Gresik
-
Lebaran Makin Dekat, Daging Sapi 'Ngadat' di Harga Normal: DPR Desak Pasar Murah Secara Masif
-
Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Mampang Prapatan, 14 Jiwa Terpaksa Mengungsi
-
Diplomasi Kilat Megawati: Jadi yang Pertama Ucapkan Selamat ke Pemimpin Baru Iran
-
Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI
-
Gelar Razia, Polisi Amankan Konvoi Remaja Pembawa Petasan di Jakarta Barat
-
5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
-
Aksi Bangunkan Sahur Pakai Petasan Picu Tawuran di Menteng, Satu Warga Luka-luka
-
Fakta Rudal Sejjil, Senjata Rahasia Iran yang Pertama Kali Diluncurkan ke Israel
-
Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama