Bahkan jauh sebelum dirinya lahir, kakek dari Abdul sudah lebih dulu tinggal di lokasi tersebut. Beda dulu dan sekarang, kata Abdul, sebelum menjadi pemukiman pdat penduduk, lokasi tempat tinggalnya tersebut merupakan sebuah rawa.
Abdul yang sehari-harinya bekerja sebagai pengemudi ojek daring memberanikan diri meminjam uang serta bahan bangunan terlebih dulu untuk memperbaiki rumahnya yang hangus terbakar. Istilah yang selalu disebut olehnya ialah bermodal nekat.
"Ini modal nekat aja pinjam dan ada yang mau pinjamin dulu bahan-bahan materialnya. Untuk pembayarannya nanti dicicil, kalau perkiraan ini biaya bisa puluhan juta tapi nggak samapai seratus juta," kata Abdul yang merupakan penduduk asli Betawi.
Ia pun berencana menyewakan lantai dua rumahnya sebagai kontrakan jika perbaikan sudah selesai.
"Niatnya yang atas mau dikontrakkin buat bantu-bantu biaya cicilan utang bahan bangunan," kata Abdul.
Hal senada dengan Adar dan Abdul juga diucapkan oleh Dani (50), korban kebakaran di lokasi padat penduduk lainnya di Jalan Ketapang Utara, Krukut, Jakarta Barat.
Sebagian rumah Dani hangus terbakar dalam kebakaran yang terjadi Selasa (26/2/2019) lalu. Hanya tinggal menyisakan lemari pakaian yang utuh tidak terbakar. Sementara dagangan berupa jejeran botol minyak sereh yang berada di ruang depan ludes terbakar.
Dani yang juga warga keturunan Betawi mengaku berat hati jika harus meninggalkan rumah untuk pindah ke lokasi lain yang tidak padat peduduk. Meski sanak saudaranya selalu menyarankan untuk menjual rumah lama dan membeli yang baru, namun Dani enggan melakukannya.
"Nggak mau pindah, udah banyak yang nyaranin untuk dijual tapi saya gak mau karena ini warisan dari orang tua. Walau saya sendirian biar di sini, hidup di sini, mati di sini," ucapnya yang sedang duduk di bagian belakang bangunan rumah seluas 3 x 7 meter.
Baca Juga: Nenek 70 Tahun Tewas Dalam Kebakaran Rumah Besar di Depok
Tercatat sebanyak 165 rumah ludes dan 1.251 jiwa terdampak kebakaran di Tomang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gubernur Anies Baswedan bahkan sampai terjun langsung ke lokasi guna memastikan masyarakat mendapatkan bantuannya segera.
Sekarang bantuan yang diterima korban baik dari pemerintah setempat, lembaga atau instansi serta masyarakat lambat laun mulai terasa. Rumah yang dahulu hangus terbakar, sekarang mulai tampak bentuknya seperti awal. Tangan-tangan tukang terlihat dengan seksama menempelkan bata ke bata lainnya dengan perekat semen dan pasir.
Berita Terkait
-
Nenek 70 Tahun Tewas Dalam Kebakaran Rumah Besar di Depok
-
Lebih Murah dari Kompetitor, Wuling Almaz Siap Curi Perhatian?
-
Gubuk Derita di Kolong Jembatan Jakarta, Pergulatan Hidup PSK Pengidap AIDS
-
LSM: Kebakaran Rumah Direktur WALHI di NTB Direncanakan
-
Yang Lawas nan Merindu, Berburu Kaset Pita di Jakarta
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?