Suara.com - Herman, pasukan orange spesialis penemu mayat mengambang di sungai sekitar Jakarta. Lelaki berusia 57 tahun itu dianggap ahli mencari mayat di sungai di kawasan Tambora, Jakarta Barat.
Herman yang bekerja sebagai petugas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Tambora sudah 24 kali menangani kasus penemuan mayat di sepanjang kawasan Banjir Kanal Barat (BKB), Jakarta Barat. Saking seringnya menemukan mayat mengambang di kali, Herman pun mendapat julukan dari rekan-rekannya sebagai Si Spesialis Mayat.
Temuan terakhirnya adalah November 2018 lalu. Seorang bocah berusia 13 tahun ditemukan tewas dalam kondisi tersangkut di sekatan air di bawah jembatan Kalijodo.
Herman menceritakan, saat sedang bekerja membersihkan sungai, ia melihat tiga anak kecil sedang bermain di kali depan Taman Jayakarta. Tak lama, salah satu anak terseret arus sungai yang saat itu sedang deras. Herman dan petugas lainnya segera menolong tapi hasilnya nihil.
Herman memiliki firasat tidak akan menemukannya pada hari itu. Akhirnya esok paginya ia melihat ada sosok anak kecil tersangkut tumpukan sampah. Rupanya, anak kecil tersebut sudah dikenal Herman karena sering menggodanya dan petugas lain saat bekerja.
Bapak tujuh anak ini mengaku sering mendapat panggilan jika ada temuan mayat di tempat lain. Tidak hanya di kali, Herman juga kadang diminta untuk mencarikan mayat yang menjad korban kasus kecelakaan di jalan raya.
"Saya kalau ada yang nelpon nanya saya di mana, saya sudah tahu pasti itu nanganin mayat," ujar Herman saat ditemui Suara.com di pinggir kali BKB, Jakarta Barat, Kamis (7/3/2019).
Sambil mengenakan baju 'oranye' khas petugas UPK, Herman mengaku rasa empatinya yang membuatnya tidak takut apabila sedang mencari mayat. Merasa masih sama-sama manusia, Herman pun mengaku tak takut jika melihat kondisi mayat dengan bentuk apapun.
Herman juga bercerita saat pertama kali memegang mayat yang ditemukan di Kali Tanah Abang. Menurutnya, saat itu, warga maupun polisi tak berani mendekati mayat yang kondisinya sudah tergeletak. Lantaran merasa tak tega, akhirnya Herman memberanikan diri untuk mengevakuasi mayat tersebut ke daratan.
Baca Juga: Pasukan Orange Rela Menyelam untuk Mengambil Sampah
"Ya meskipun sudah enggak bernyawa, itu kan juga tetap manusia mas, suatu saat kita juga pasti ada di posisi itu walaupun kondisinya berbeda," kata Herman.
Herman sampai-sampai bisa merasakan firasat kalau dalam waktu dekat bakal bakal menemukan mayat saat bekerja.
”Kalau dalam waktu dekat bakal menemukan mayat di pos kerja, kali Kanal Banjir Barat, saya sudah punya firasat lebih dulu,” tutur Herman.
Firasat yang kerap ia rasakan berupa mencium bau amis di sekitar kali. Kalau sudah mencium bau seperti itu, Herman memastikan bakal menemui mayat mengambang. Sehari-hari, tugas utama Herman adalah membersihkan sampah yang ada di kali kawasan Tambora. Sejak kali pertama di sana hingga kekinian, ia sudah 24 kali menemukan mayat.
"Kalau saya sudah mencium bau amis, tak lama pasti ada mayat lewat atau menyangkut di kali ini,” tuturnya.
Awak-awal berurusan dengan mayat saat menjadi pasukan oranye, Herman sempat terganggu. Minimal, setelah menemukan mayat, ia merasa mual dan tak bisa makan.
Berita Terkait
-
Pasukan Orange Rela Menyelam untuk Mengambil Sampah
-
Pasukan Orange Ketiban Pulung Jual Tas dari Hasil Korek-korek Sampah Sungai
-
Dianggap Berbohong, Majikan Pitbull Akhirnya Dilaporkan Korban ke Polisi
-
Tempat Salat Yati Dilempari Botol Minuman Hingga Kotoran Manusia
-
5 Tahun Petani Sayur BKT Tidur di Kolong Jembatan Beralas Plastik
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
Terkini
-
Hari Lahir Pancasila, Bobby Nasution Tegaskan Pancasila Jadi Jawaban Tantangan Global
-
Prabowo dan Megawati Akrab di Gedung Pancasila: Saling Persilakan Jalan Berujung Gandengan dan Tawa
-
Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh
-
Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan
-
Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard
-
Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort
-
Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi
-
TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana
-
Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas
-
Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan